alexametrics
Rabu, 20 Oct 2021
radarbojonegoro
Home > Tuban
icon featured
Tuban

Pencurian Tablet di SMPN 1 Semanding Masih Janggal

07 September 2021, 14: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

MERINGKUK: Eko Nugroho, tersangka pencurian tablet di SMPN 1 Semanding yang juga penjaga malam sekolah saat diamankan di Polres Tuban.

MERINGKUK: Eko Nugroho, tersangka pencurian tablet di SMPN 1 Semanding yang juga penjaga malam sekolah saat diamankan di Polres Tuban. (YUDHA SATRIA A/RDR.TBN)

Share this      

Radar Tuban - Meski sudah terungkap, kasus pencurian 149 tablet Galaxy Tab A di SMPN 1 Semanding masih menyisakan sejumlah kejanggalan. Eko Nugroho, 30, waker atau penjaga malam sekolah yang jadi pelaku pencurian mengaku hanya mencuri 20 tablet.

Sementara Kepala SMPN 1 Semanding Jajuk Juriatmi melaporkan ada 149 tablet yang hilang. Kapolres Tuban AKBP Darman menjelaskan pelaku ditangkap di rumahnya yang tak jauh dari lokasi sekolah. Pelaku terungkap setelah salah satu tablet dijual di konter Kecamatan Tuban. Dari transaksi itu diketahui bahwa ciri-ciri tablet yang dijual pelaku mirip seperti yang hilang di SMPN 1 Semanding.

“Dari total 149 tablet yang hilang, pelaku mengaku hanya mencuri 20 tablet dan semuanya sudah terjual,” terang dia.

Baca juga: Tak Ada Prospek, Dua SMA Tuban Tutup Tahun Depan

Lulusan Akpol 2000 itu menjelaskan dari keterangan Eko, dia mengaku hanya mengambil 20 unit dan dilakukan 8 kali selama April - Juni 2021. Pelaku menjual tablet tersebut dengan harga 800 ribu per unit di sejumlah konter di kota Tuban dan di luar Tuban. Empat tablet yang dijual Eko sudah tak terdeteksi keberadaannya. “Pelaku memanfaatkan keleluasaannya sebagai penjaga malam untuk mencuri inventaris sekolah,” kata Darman.

Pengakuan Eko, pelaku yang sudah menjadi waker SMPN 1 Semanding selama 2 tahun itu cukup membingungkan pe tugas. Sebab, yang diakui pelaku berbeda dengan laporan kehilangan sekolah. Pihak sekolah melaporkan kehilangan 149 tablet dengan total kerugian Rp 298,5 juta atau satu tablet seharga sekitar Rp 2 juta.

“Masih kami dalami apakah pelaku berbohong atau masih ada keterlibatan pihak lain,” ungkap dia.

Jika pelaku tak berbohong, kemungkinan yang bisa saja terjadi adalah masih ada pelaku lain yang melakukan aksi serupa tapi belum terendus petugas. Yang patut dipertanyakan adalah keamanan sekolah yang tampak asal karena tidak mengamankan inventaris negara senilai ratusan juta rupiah.

“Kami sudah imbau laboratorium atau ruang inventaris sekolah harus dijaga ketat agar tidak kebobolan,” tegas dia.

Tersangka diamankan bersama satu bendel foto copy buku barang inventaris SMPN 1 Semanding tertanggal 30 Juni 2020, satu buah gembok ruang Laboratorium SMPN 1 Semanding warna putih bertuliskan Extra Pus Oliq Top Security dengan dua buah anak kuncinya, selembar daftar piket siang dan piket malam pada SMPN 1 Semanding tertanggal 16 November 2020.

Barang bukti lain satu unit tablet Samsung Galaxy A tahun 2019 warna hitam dengan nomor IMEI 1 : 35930610404- 5511 beserta doos book nya, dua lembar catatan pembelian dan penjualan barang, 16 screen shoot percakapan pembelian TAB A, satu unit sepeda motor warna hitam beserta kunci kontak, dan potong jaket warna hitam.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersangka dijerat pasal 363 ayat 1 ke 3e KUHP Jo pasal 64 KUHP sub pasal 362 KUHP Jo pasal 64 KUHP dengan ancaman hukuman pidana tujuh tahun penjara. 

(bj/yud/wid/nae/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news