alexametrics
Jumat, 23 Jul 2021
radarbojonegoro
Home > Lamongan
icon featured
Lamongan

Penularan Covid-19 Masif, Lamongan Kembali Zona Merah

22 Juli 2021, 17: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

SEBAGIAN PILIH TUTUP: Sentra PKL di Jalan Andasari Lamongan. Sebagian lapak tampak tutup sekitar pukul 19.00 kemarin (21/7). Selama masa PPKM darurat, jam berjualan mereka dibatasi.

SEBAGIAN PILIH TUTUP: Sentra PKL di Jalan Andasari Lamongan. Sebagian lapak tampak tutup sekitar pukul 19.00 kemarin (21/7). Selama masa PPKM darurat, jam berjualan mereka dibatasi. (RIKA RATMAWATI/RDR.LMG)

Share this      

Radar Lamongan – Kabupaten Lamongan kembali masuk ke zona merah penyebaran Covid-19. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Lamongan dr Taufik, perpanjangan PPKM darurat yang diberlakukan memertimbangkan status kedaruratan.

Dia menjelaskan, rata-rata kabupaten di Jawa Timur masih resiko tinggi (zona merah), termasuk Lamongan. Pemerintah menetapkan perpanjangan PPKM darurat dengan harapan bisa menekan angka penularan Covid-19.

Menurut Taufik, update terakhir, ada lima kabupaten/kota di Jawa Timur yang masih oranye. Sisanya merah semua. “Mulai Selasa (20/7), Lamongan masuk resiko tinggi lagi karena jumlah kasusnya masih tinggi dan penularannya sangat cepat,” jelasnya.

Baca juga: Banyak Proyek Infrastruktur, Soroti Penyerapan Pekerja Lokal

Di wilayah Lamongan, masing – masing sepuluh kecamatan dinyatakan zona merah dan oranye. Sisanya, tujuh kecamatan masuk zona kuning. Karena penularan Covid-19 semakin masif, Taufik meminta masyarakat untuk patuh terhadap protokol kesehatan.

Selain itu, percepatan vaksinasi terus dilakukan. Harapannya, bulan depan bisa tercapai target 70 persen penduduk tervaksin untuk membentuk kekebalan kelompok. Asisten Administrasi Pemerintahan Pemkab Lamongan Sujarwo mengatakan, perpanjangan PPKM langsung disampaikan Kemenko Kemaritiman dan Investasi sesuai instruksi presiden secara virtual kemarin (21/7).

Perpanjangan dilakukan sampai 25 Juli. Setelah itu, dilakukan pelonggaran-pelonggaran. Pemkab dan pemprov diharapkan tetap menekan mobilitas masyarakat untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia. “Iya (diperpanjang) semua kabupaten/kota level 3 dan 4 untuk selanjutnya dievaluasi setelah perpanjangan tersebut,” ujarnya.

Karena ada perpanjangan, lanjut dia, beberapa sektor harus mengikuti aturan semula. Kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring 100 persen. Sektor nonesensial wajib melakukan work from home (WFH). Sektor esensial seperti lembaga keuangan, perbankan, perhotelan melakukan WFH 50 persen. Sedangkan sektor pelayanan publik 25 persen WFO.

(bj/yan/rka/nae/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news