alexametrics
Jumat, 23 Jul 2021
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Banyak Proyek Infrastruktur, Soroti Penyerapan Pekerja Lokal

Dinperinaker Kirim Surat ke OPD

22 Juli 2021, 15: 30: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

TENAGA KERJA: Sejumlah pekerja proyek Jembatan Kanor-Rengel. Dinperinaker meminta kontraktor menyerap pekerja lokal, terutama proyek fisik bersumber APBD.

TENAGA KERJA: Sejumlah pekerja proyek Jembatan Kanor-Rengel. Dinperinaker meminta kontraktor menyerap pekerja lokal, terutama proyek fisik bersumber APBD. (NURCHOLISH/RDR.BJN)

Share this      

Radar Bojonegoro - Ada banyak proyek fisik infrastruktur di Bojonegoro, namun penyerapan pekerja lokal masih belum bisa terdata. Kontraktor sepatutnya melibatkan pekerja lokal dalam proyek bersumber APBD Bojonegoro itu. Apalagi pandemi Covid-19 tentu banyak warga setempat butuh pekerjaan. Upaya pengecekan sejumlah proyek terkendala pandemi Covid-19.

Namun, pengecekan segera karena proyek segera berakhir. Kabid Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Bojonegoro Slamet menerangkan, sudah mengantongi surat tugas dari pimpinan melakukan pendataan penyerapan pekerja lokal.

“Rencananya kami mau terjun ke lapangan bulan ini, tetapi ternyata ada PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) darurat. Selain itu, ada tiga staf kami terkonfirmasi Covid-19, sehingga kami belum bisa mulai mendatanya,” katanya kemarin.

Baca juga: 990 Pendaftar CPNS Pemkab Bojonegoro Tak Lolos Administrasi

Ia mengatakan, kemungkinan akan mulai mendata pekerja lokal yang terserap di proyek-proyek infrastruktur di Bojonegoro awal bulan depan. Skema pengumpulan datanya dengan cara meminta ke setiap kontraktor selaku pemenang lelang proyek. Terkait data titik-titik lokasi proyeknya, ia mengaku sudah punya datanya.

“Kami juga sudah mengirim surat pemberitahuan ke OPD (organisasi perangkat daerah) yang punya proyek-proyek infrastruktur. Kalau tidak segera didata, takutnya kan proyeknya sudah selesai,” ucapnya.

Selama ini, pihaknya sudah mengumpulkan data pekerja lokal dari masing-masing OPD. Tetapi, data jumlah naker dari tiap OPD hanya kategori pekerja kontraktual dan tenaga harian lepas (THL). Pihaknya, setiap tahunnya bersurat ke seluruh OPD untuk meminta data naker tersebut.

Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro Abdulloh Umar mengungkapkan, pihaknya belum memiliki data jumlah pekerja lokal terserap di setiap proyek infrastruktur. Menurutnya perlu adanya langkah proaktif dari dinperinaker mengumpulkan data pekerja lokal terserap.

Upaya pengumpulan data tersebut bisa dengan cara berkomunikasi dengan pihak desa, kecamatan, atau kontraktor. “Kami berharap penyerapan pekerja lokal bisa maksimal, mengingat kondisi pandemi Covid-19 tentu lebih banyak warga yang membutuhkan pekerjaan,” tegas politikus PKB tersebut.

Namun di sisi lain, Umar tak bisa memungkiri apabila kerap kali pihak kontraktor beralasan kurang maksimal menyerap pekerja lokal karena demi efektivitas dan efisiensi pengerjaan proyek. Karena ketika bicara proyek infrastruktur butuh kecepatan dan ketepatan. Sehingga seringkali pekerja lokal direkrut hanya untuk posisi unskill.

“Tetapi ketika suatu proyek dikerjakan di suatu desa/kecamatan, tentunya kontraktor sudah membangun komunikasi dengan pemerintah desa/keca matan setempat guna membahas asas kepatutan terkait perekrutan pekerja lokal,” jelasnya.

Sementara itu, Umar menjelaskan terkait agenda komisi D inspeksi mendadak (sidak) di beberapa titik proyek infrastruktur hingga saat ini masih ditunda. Situasi dan kondisinya belum memungkinkan, kasus Covid-19 di Bojonegoro masih cukup tinggi dan zona merah.

Jadi masih menunggu hingga kondisi sudah aman. “Namun, kami tetap senantiasa memantau progres proyek-proyek infrastruktur berjalan. Menam pung laporan dari masyarakat. Kami harap semua proyek bisa selesai tepat waktu,” pungkasnya.

(bj/rij/gas/nae/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news