alexametrics
Jumat, 23 Jul 2021
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

990 Pendaftar CPNS Pemkab Bojonegoro Tak Lolos Administrasi

22 Juli 2021, 14: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

990 Pendaftar CPNS Pemkab Bojonegoro Tak Lolos Administrasi

(AINUR OCHIEM/RDR.BJN)

Share this      

Radar Bojonegoro - Jumlah pendaftar seleksi calon aparatur sipil negara (CASN) terus bertambah. Hingga kemarin (21/7) pendaftar CPNS sudah mencapai angka 4.265 orang. Sedangkan, pendaftar pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) mencapai 1.777 orang.

Dari jumlah itu 990 orang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS). Kabid Pengadaan, Pemberhentian, dan Informasi Aparatur Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bojonegoro Joko Tri Cahyono mengatakan, mereka yang dinyatakan TMS itu sebagian besar karena persyaratan administrasi.

Seperti berkas yang tidak valid hingga nilai indeks prestasi kumulatif (IPK) yang tidak sesuai. Hal itu membuat para pendaftar harus gagal sebelum ikut seleksi. Joko melanjutkan, banyak peserta yang sembarangan melampirkan persyaratan. Misalnya, menggunakan materai yang di-scan. Padahal, hal itu tidak diperkenankan.

Baca juga: PPKM Berlanjut, Pemadaman Dimulai Pukul 21.00

Sehingga, mereka langsung dinyatakan gugur. ‘’Rata-rata karena materai itu. Namun, juga banyak penyebab lainnya,’’ jelasnya. Jumlah yang mendaftar CPNS sebanyak 5.581 orang. Namun, yang sudah submit baru mencapai 4.265 orang. Sementara itu, yang dinyatakan TMS sebanyak 990 orang.

Jumlah pendaftar PPPK guru mencapai 1.803 orang. Dari jumlah itu yang sudah submit mencapai 1.777 orang. Jumlah yang TMS tidak diketahui. Itu karena verifikasi berkas administrasi dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Bukan oleh BKPP Bojonegoro.

‘’Kami bukan yang memverifikasi. Hanya mengumumkan dan menerima pendaftaran. Verifikasi dilakukan langsung oleh Kemendibud,’’ jelasnya.

Tahun ini formasi yang diterima Bojonegoro adalah 704. Terdiri atas 346 CPNS. Terdiri atas 235 tenaga kesehatan dan 111 tenaga teknis. Kemudian, ada 358 pegawai pemerintah dengan perjanjian kontrak (PPPK). Terdiri atas 351 guru dan 7 orang dokter spesialis.

Ketua Forum Honorer K2 Bojonegoro Arif Ida Rifai berharap pen daftar seleksi PPPK segera diverifikasi. Sehingga, bisa segera diketahui berapa yang memenuhi syarat dan tidak. Dia berharap agar seleksi PPPK tahun ini disamakan seperti 2019 lalu. Sehingga, banyak honorer terutama kategori dua (K2) yang bisa lolos. ‘’Seleksi tahun ini berbeda. Ada syarat ijazah harus linier dengan yang dilamar. Kalau sebelumnya semua honorer bisa melamar,’’ jelasnya.

(bj/rij/zim/nae/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news