alexametrics
Jumat, 23 Jul 2021
radarbojonegoro
Home > Tuban
icon featured
Tuban

Kasus Covid-19 di Tuban Tembus 5.000 Pasien

14 Juli 2021, 11: 37: 28 WIB | editor : Nailul Imtihany

Kasus Covid-19 di Tuban Tembus 5.000 Pasien

Share this      

Radar Tuban - Baru saja merasakan lega setelah menurunnya jumlah pertambahan kasus Covid-19 di awal pekan, kemarin (13/7), laporan data pertambahan kasus Covid-19 yang diterima Dinas Kesehatan (Dinkes) Tuban dari aplikasi Covid-19 kembali membuat teratapan.

Bagaimana tidak, total kasus baru sehari kemarin mencapai 132 orang. Meski rekor terbanyak masih 171 kasus, namun angka 132 kasus bukan yang sedikit. Sungguh jumlah pertambahan kasus yang sangat mencengangkan. Tidak kalah mencengangkannya, jumlah kasus yang meninggal yang diterima dari sejumlah rumah sakit juga masih cukup tinggi.

Sehari kemarin, pasien meninggal dunia yang dinyatakan positif Covid-19 sebanyak 10 orang. Sedangkan pasien sembuh totalnya 52 orang. Seiring dengan pertambahan kasus baru yang mencapai 132 kasus tersebut, total kasus Covid-19 di Tuban sudah melampaui angka 5.000 kasus, tepatnya 5.005 kasus.

Baca juga: Airlangga: Pemerintah Jaga Laju Ekonomi Selama PPKM Darurat

Dari jumlah tersebut yang sembuh 4.007 kasus dan meninggal 634 orang. ‘’Ini (update kasus, Red) data yang kami terima dari masing-masing rumah sakit dan laboratorium yang hasil swab-nya dinyatakan positif dan tercatat sebagai masyarakat Tuban,'’ terang Kepala Dinkes Tuban Bambang Priyo Utomo.

Meski angkanya cukup mencengangkan, namun terdeteksinya orang-orang yang terpapar Covid-19 ini bisa menjadi langkah antisipasi dini. Mereka yang terpapar bisa langsung menjalani perawatan maupun isolasi mandiri, sehingga tidak menularkan ke orang lain. Sayangnya, pasien dengan bergejala dan harus menjalani perawatan di rumah sakit cukup banyak.

Bambang mengungkapkan, total pasien yang menjalani perawatan atau pemantauan sebanyak 354 orang. Dari angka tersebut, 256 pasien harus menjalani perawatan di rumah sakit. Sisanya, 108 orang cukup menjalani isolasi mandiri karena tidak bergejala atau hanya bergejala ringan. ‘’Kondisinya banyak yang sakit,’’ tandasnya.

Masih dikatakan Bambang, sampai saat ini belum ada cara lain yang ampuh dan efektif dalam menghentikan laju penularan Covid-19 kecuali menerapkan protokol kesehatan. ‘’Protokol kesehatan menjadi kunci. Meski sudah divaksin, tetap harus menjaga protokol kesehatan,’’ tandas Bambang.

(bj/ds/tok/nae/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news