alexametrics
Rabu, 20 Oct 2021
radarbojonegoro
Home > Pembaca
icon featured
Pembaca
Oleh: Faruq Ahmad

Pusat Laba Dalam Manajemen

05 Juli 2021, 14: 59: 55 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

Pusat Laba Dalam Manajemen

Share this      

Bisnis adalah organisasi yang terlibat dalam berbagai kegiatan untuk keuntungan dan pertumbuhan jangka panjang. Dalam dunia bisnis saat ini khususnya di Indonesia telah menimbulkan persaingan yang semakin ketat di bidang jasa, perdagangan dan industri. Situasi ini memaksa perusahaan untuk melihat ke masa depan untuk meramalkan segala kemungkinan yang dapat mempengaruhi perkembangan perusahaan, termasuk ancaman dan peluang.

Perusahaan yang menghadapi persaingan yang ketat antar perusahaan membutuhkan manajer yang dapat dipercaya untuk menjalankan perusahaan secara efektif. Untuk memanfaatkan sumber daya yang dimiliki perusahaan, manajer membiarkan perusahaan memperoleh keuntungan yang maksimal. Tingkat keuntungan yang maksimal merupakan tujuan dari setiap perusahaan.

Manajer pendapatan bertanggung jawab penuh atas semua pendapatan yang diperoleh perusahaan. Manajer pusat laba bertanggung jawab atas keuntungan yang dihasilkan oleh bisnis, termasuk pendapatan dan pengeluaran bisnis. Oleh karena itu, evaluasi kinerja manajer pusat laba sangat penting. Pengertian penilaian kinerja yaitu suatu evaluasi atau evaluasi yang digunakan untuk menilai keberhasilan atau kegagalan manajer pusat pertanggungjawaban dalam memenuhi tugas, wewenang dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya (Sukarno, 2008: 207).

Baca juga: Gedung Pemkab Mulai Diperbaiki, Gedung DPRD Lelang Ulang

Pusat laba yaitu unit organisasi di mana pendapatan dan pengeluaran diukur dalam mata uang. Laba adalah pengukuran kinerja yang bermanfaat, sebab laba membantu manajer puncak menggunakan metrik yang komprehensif daripada harus menggunakan beberapa metrik dan kemudian fokus dalam mengelola unit bisnis. Menjadi pusat laba, ingatlah bahwa istilah unit bisnis dan pusat laba tidaklah sama. Pengertian lain dari pusat laba ialah pusat pertanggungjawaban dengan kinerja manajer diukur menggunakan jumlah laba yang diperoleh, yaitu perbedaan antara pendapatan dan biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan pendapatan. 

Manfaat pusat laba

Unit organisasi dapat menjadi sebagai pusat laba dan dapat diperoleh manfaatnya, yaitu sebagai berikut :

• Dapat meningkatkan kualitas pengambilan tindakan atau keputusan

• Dapat meningkatkan pergerakan pengambilan keputusan operasional

• Manajer tidak perlu membuat keputusan harian

• Banyak kebebasan untuk menggunakan inisiatif dan juga imajinasi

• Pusat laba dapat membantu membuat landasan pelatihan yang sempurna untuk manajemen umum

• Dapat meningkatkan kesadaran keuntungan profit

• Pusat laba menyediakan informasi siap pakai tentang profitabilitas berbagai komponen perusahaan untuk manajemen puncak

• Karena produksi selalu aktif, tekanan pada pusat laba dalam peingkatkan kinerja kompetitif  sangat sensitif.

Kesulitan dalam pusat laba

Tidak hanya manfaat yang diperoleh tadi, pusat laba dapat menyebabkan beberapa kesulitan : 

• Kehendak yang diambil dan sudah terdesentralisasi bisa mempengaruhi manajemen puncak untuk lebih mengandalkan laporan pengendalian manajemen daripada pengetahuan mereka tentang informasi pribadi tentang operasi. Menyebabkan hilangnya kendali.

• Manajer kantor pusat lebih bisa dan berpengetahuan daripada manajer pusat laba rata-rata, kualitas kesepakatan yang dibuat di tingkat unit lebih rendah.

• Perbedaan dapat meningkat karena perselisihan tentang penetapan harga transfer yang tepat, alokasi biaya bersama yang tepat, dan pendapatan yang dahulunya dihasilkan oleh dua atau lebih unit bisnis.

• Unit organisasi yang bekerja sama sebagai unit fungsional akan saling bersaing.

• Karena kebutuhan untuk manajemen, staf, dan akuntansi tambahan, departemen dapat dikenakan biaya tambahan dan dapat menyebabkan duplikasi tugas untuk setiap pusat laba.

• Mungkin tidak ada CEO yang kompeten dalam organisasi fungsional karena tidak ada cukup kesempatan untuk mengembangkan kemampuan CEO.

• Tekanan profitabilitas jangka pendek mungkin terlalu besar, dengan merelakan profitabilitas jangka panjang. Untuk melaporkan keuntungan yang berlebihan, manajer lokasi mungkin lalai melakukan penelitian dan pengembangan, pelatihan, atau rencana pemeliharaan. Tren ini terutama terlihat saat tingkat pertukaran manajer pusat laba relatif tinggi.

• Dalam sistem tidak ada yang sangat memuaskan dalam kepastian bahwa pengoptimalan laba dari satu pusat laba dapat mengoptimalkan laba seluruh perusahaan.

(Faruq Ahmad, Mahasiswa Jurusan Akuntansi FEB, Universitas Muhammadiyah Malang)

(bj/*/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news