alexametrics
Jumat, 23 Jul 2021
radarbojonegoro
Home > Boks
icon featured
Boks

Ibu Endang dan Biogas Limbah Ternak Sapi

01 Juli 2021, 10: 52: 53 WIB | editor : Nailul Imtihany

Energi Alternatif: Ibu Endang memasak memakai kompor bersumber biogas. Memanfaatkan limbah ternak sapi di Desa Gayam, Bojonegoro. Manfaatnya juga untuk listrik rumah tangga.

Energi Alternatif: Ibu Endang memasak memakai kompor bersumber biogas. Memanfaatkan limbah ternak sapi di Desa Gayam, Bojonegoro. Manfaatnya juga untuk listrik rumah tangga.

Share this      

Radar Bojonegoro - Api berwarna jernih kebiruan memancar dari kompor di dapur Ibu Endang. Perempuan warga Desa Gayam, Kabupaten Bojonegoro, tersebut tengah memasak air. Tak tampak kayu bakar maupun tabung gas elpiji.

Ternyata, Bu Endang menggunakan biogas sebagai bahan bakar memasak. Begitulah kesehariannya. Ia memasak menggunakan Biogas. Bahan bakar energi terbarukan ini merupakan hasil pemanfaatan limbah ternak sapi.

Sejak 2014, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) mengembangkan program biogas di masyarakat sekitar Lapangan Minyak Banyu Urip. Bu Endang dan 126 keluarga lainnya merupakan penerima manfaat  program tersebut yang berhasil memanfaatkan olahan limbah ternak sapi menjadi biogas.

Baca juga: BPRS Milik Pesantren Tebu Ireng Buka Cabang di Lamongan

“Sejak itu saya tidak pernah beli gas elpiji sama sekali. Pemanfaatan limbah kotoran sapi ini tak hanya dapat digunakan sebagai bahan bakar, namun juga pupuk slurry,” ungkap Endang.

Ia mengolah biogas setiap dua hari sekali. Karena hanya memiliki dua ekor sapi,  ia membutuhkan waktu untuk menunggu wadah pengaduk dipenuhi limbah kotoran sapi. Produksi Biogas dimanfaatkan untuk kebutuhan penerangan lampu serta memasak.

Limbahnya pun berguna, dapat dimanfaatkan untuk pupuk slurry. Selain bernilai eko nomis, pupuk organik tersebut ramah lingkungan. Biogas juga menghemat pengeluaran bulanan untuk memasak.

Sebagai gambaran, sebelum menggunakan biogas, Bu Endang harus membeli tiga tabung elpiji 3 kilogram. Hal itu sangat berarti baginya sebagai pelaku usaha catering rumahan. Biogas banyak dimanfaatkan oleh warga Desa Gayam. “Kami juga membentuk kelompok pengelola limbah Biogas,” papar Bu Endang.

Ada sekitar 126 bangunan biogas atau reaktor di Desa Gayam. External Affairs Manager EMCL Ichwan Arifin mengemukakan, EMCL berupaya mengenalkan sumber energi alternatif kepada masyarakat. Sehingga dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai model optimalisasi teknologi ini.

“Pemanfaatan limbah kotoran sapi ini menjadi bagian dari upaya EMCL memberikan edukasi tentang energi alternatif sekaligus untuk menjadikan Desa Gayam sebagai percontohan Desa Mandiri Energi,” pungkas Ichwan.

(*) Ditulis oleh Muhammad Dany Laksono, Pemenang Cangkruk Mathuk

(bj/*/nae/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news