alexametrics
Jumat, 23 Jul 2021
radarbojonegoro
Home > Boks
icon featured
Boks

Bella Silvita Putri, Wasit Perempuan Berlisensi

30 Juni 2021, 17: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

PENGADIL LAPANGAN: Bella harus meladeni protes pemain sepak bola. Sebagai wasit perempuan tetap tegas.

PENGADIL LAPANGAN: Bella harus meladeni protes pemain sepak bola. Sebagai wasit perempuan tetap tegas.

Share this      

Menjadi wasit perempuan sama sekali tidak dibayangkan Bella. Namun, mahasiswi 21 tahun itu kini menjadi salah satu wasit perempuan berlisendi di Bojonegoro.

M. NURKOZIM, Radar Bojonegoro

Masih segar diingatan Bella Silvita Putri, saat kali pertama minta izin ibunya ikut ekstrakurikuler futsal di sekolahnya. Ibunya sempat tidak menolak permintaan itu. Ibunya beranggapan anak perempuan tidak lazimnya bermain sepak bola.

Baca juga: Teka Teki Bustomi dan Demerson

Namun, Bella sapaannya akrbanya terus meyakinkan ibunya. Melihat kegigihan Bella itu, lama-lama hati ibunya luluh. Bella pun mendapatkan Suatu ketika, ada pertandingan sepak bola perempuan. Namun, wasitnya tidak ada yang perempuan. Pelatihnya mengajukan Bella untuk menjadi wasit.

Mulailah dia menjadi pengadil lapangan hijau itu. Lambat laun Bella tidak hanya menjadi wasit pada pertandingan sepak bola putri. Sebaliknya juga menjadi wasit pada pertandingan sepak bola putra. Padahal, menjadi wasit perempuan tidaklah semudah yang dia bayangkan.

Tidak jarang para pemain kerap memprotes keputusannya. Terutama pemain-pemain masih tergolong muda. Yakni, di bawah 20 tahun. Meski kerap mendapatkan protes, Bella tetap kukuh dengan keputusannya itu. Tetap tegar dan tegas.

‘’Saya tetap dengan keputusan itu meskipun diprotes,’’ terang mahasiswi Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro itu.

Protes kerap terjadi terjadi saat keputusan diambil berdasar penilaian asisten wasit atau wasit garis. Misalnya saat offside. Para pemain kadang tidak terima dengan keputusan itu. ‘’Padahal, saya ikut wasit garis,’’ jelas ujar mahasiswi asal Desa Pelem, Kecamatan Purwosari itu.

Bahkan, dia sering memberikan kartu merah jika pelanggarannya berat. Bella tidak mau setengahsetengah menjalani karir sebagai wasit. Tidak tanggung-tanggung dia mengajukan diri ikut lisensi wasit perempuan. Kini, dia salah satu dari dua wasit perempuan di Bojonegoro berlisensi. ‘’Saat ini lisensi C. Dalam waktu dekat akan ikut lisensi B,’’ ujarnya.

Wasit perempuan memang masih jarang. Bahkan, masih belum begitu diminati. Namun, Bella tetap tidak ragu menapaki karir sebagai wasit perempuan.

Meski sudah memiliki lisensi sebagai wasit, Bella tetap bermain. Dia masih tetap ingin menjadi pemain bola. Meskipun juga tidak mau begitu saja mening galkan wasit. ‘’Dua-duanya saya suka. Jadi, sampai saat ini masih tetap main,’’ jelasnya. 

(bj/rij/zim/nae/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news