alexametrics
Jumat, 23 Jul 2021
radarbojonegoro
Home > Tuban
icon featured
Tuban

Kasus Kembali Melonjak, Adakah Varian Baru Korona di Tuban?

15 Juni 2021, 12: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

TERUS BERJALAN: Vaksinasi untuk karyawan perusahaan swasta yang dilakukan di kantor Dinkes Tuban.

TERUS BERJALAN: Vaksinasi untuk karyawan perusahaan swasta yang dilakukan di kantor Dinkes Tuban.

Share this      

Radar Tuban - Ditemukannya 28 kasus terpapar Covid-19 varian baru di Kudus patut di waspadai. Khususnya masuknya varian baru dari luar negeri tersebut ke Tuban. Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tuban Bambang Priyo Utomo menjelaskan, hingga sekarang belum ada penelitian terkait virus varian baru di Tuban.

Dia mengatakan, virus varian baru akan diketahui jika sudah dilakukan penelitian khusus oleh tim Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) provinsi maupun pusat. ‘’Belum diketahui ada varian baru atau tidak karena belum ada yang meneliti dari Bapelkes Surabaya maupun pusat,’’ ujarnya. Bambang menyampaikan, tim Bapelkes baru turun ke daerah jika terjadi kasus menonjol.

Seperti halnya di Kudus yang terjadi ledakan kasus. Bapelkes yang turun ke Kota Kretek tersebut menemukan 28 warga terpapar virus korona delta yang berasal dari India. ‘’Bapelkes akan turun bila ada yang di curigai, sementara di Tuban belum ada (yang dicurigai),’’ ujarnya.

Baca juga: Halalbihalal IKA UMM Hadirkan Drama Kolosal 5 Kepala Daerah Alumni

Mantan kepala Puskesmas Tambakboyo ini kembali mengingatkan vaksinasi tidak sepenuhnya menciptakan kebal dari Covid-19. Vaksin hanya untuk mem bentuk imun tubuh mengenali virus korona. Sehingga, saat tertular bisa meminimalisir gejala yang dialami. Itu pun hanya berlaku untuk virus varian lama.

‘’Seseorang yang sudah divaksin kalau tertular virus jenis baru akan tetap bergejala karena vaksin untuk virus varian lama,’’ terangnya.

Karena itu, masyarakat yang sudah maupun belum divaksin diimbau untuk tidak berkerumun sementara waktu. Seperti diketahui, ledakan kasus selalu terjadi pasca libur panjang. Sementara ledakan kasus baru di Bumi Wali pasca libur Lebaran masih terjadi. Biasanya, mereka terdeteksi setelah membutuhkan perawatan di rumah sakit rujukan. Yang tidak membutuhkan perawatan atau orang tanpa gejala, bisa saja lolos atau lepas dari pantauan.

(bj/ds/yud/nae/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news