alexametrics
Jumat, 23 Jul 2021
radarbojonegoro
Home > Advertorial
icon featured
Advertorial

Halalbihalal IKA UMM Hadirkan Drama Kolosal 5 Kepala Daerah Alumni

15 Juni 2021, 10: 12: 31 WIB | editor : Nailul Imtihany

DEMI ALMAMATER: Menko PMK, Rektor UMM, serta para kepala daerah alumni UMM saat launching aplikasi alumni SI IKA MOLEK.

DEMI ALMAMATER: Menko PMK, Rektor UMM, serta para kepala daerah alumni UMM saat launching aplikasi alumni SI IKA MOLEK.

Share this      

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus mempererat jalinan tali silaturahmi. Lewat Ikatan Alumni Mahasiswa (IKA), UMM mengundang para lulusan untuk temu kangen di acara balal bihalal, Sabtu (12/6).

Gelaran yang menerapkan protokol kesehatan secara ketat tersebut berlangsung secara luring di Dome UMM dan daring melalui kanal Zoom serta YouTube UMM. Untuk memanggil kembali jiwa muda para alumni, acara ini juga menghadirkan tema UMM tahun 90-an.

Tak hanya pada dekorasi panggung dan dresscode para peserta. Ada pula jejeran foto aktivitas mahasiswa pada tahun 1990-2000 yang dipamerkan di belakang tempat duduk. Hadir pada kesempatan itu, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Prof Muhadjir Effendy, MAP. Gelaran ini juga turut mengundang para alumni yang sukses di dunia entertainment, seperti juara tiga KDI 2020 Mochammad Abdul Wahid dan komedian Abdurrahim Arsyad.

Baca juga: PERNIKAHAN DINI MEROKET DI TENGAH WABAH PANDEMI COVID-19

KENANG MASA LALU: Wakil Bupati Pacitan, Gagarin saat menceritakan kenangannya di UMM.

KENANG MASA LALU: Wakil Bupati Pacitan, Gagarin saat menceritakan kenangannya di UMM.

Bahkan, Abdur yang merupakan alumni UMM angkatan 2006 tidak hanya hadir, tapi juga sekaligus menjadi MC hingga akhir acara. Untuk menambah kemeriahan, UMM juga mengundang Paduan Suara Mahasiswa Gita surya, Band Terima Kos Putri (TKP), dan iringan biola dari Sugianto. Ada pula penampilan kecapi dari Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI).

Selain itu, ada hal unik yang sudah disiapkan dalam agenda halalbihalal tersebut, yaitu penampilan drama perkuliahan lima tokoh alumni yang sukses menjadi kepala daerah. Kisah kelimanya dipadukan dengan apik oleh para pemeran. Tidak jarang penampilan mereka mengundang tawa para alumni yang hadir. Menariknya, tidak hanya menampilkan drama saja, tapi juga langsung menanyakan momen tersebut sembari bercanda tawa kepada para bupati dan wakil bupati yang bersangkutan. Salah satu kisah yang ditampilkan adalah kisah wakil bupati Kaimana, Papua Barat, Hasbulla Furuada, S.P.

Dulunya, ia merupakan salah anggota Resimen Mahasiswa ketika berkuliah di UMM. Di zaman yang serbakeku rangan, Hasbulla kadang mengambil jambu di dekat kosnya. ‘’Dulu paling cepat dapat uang bulanan itu sekitar tiga bulan. Jadi saya sering kelaparan, kadang mengambil jambu di dekat kos saya. Pernah suatu ketika, saya mengambil jambu. Ternyata pemilik pohon jambu tepat berada di depan saya. Untung saya diperbolehkan mengambil jambu tersebut,’’ kenang Hasbulla.

Kisah lain yang didramakan adalah cerita wakil bupati Malang Drs. H. Didik Gatot Subroto, SH. MH. Pada zaman kuliah, Didik dikenal sebagai mahasiswa yang rajin dan mempunyai catatan yang paling rapi. Karena hal tersebut, catatan perkuliahannya sering dipinjam kawan-kawannya. “Saya sampai sering sekali mendapat komisi di tempat fotokopi karena saking banyaknya teman yang memfotokopi catatan perkuliahan saya,” kata Didik.

Selain dua kisah tersebut, terdapat tiga kisah lainnya yang tak kalah unik. Pertama, datang dari Bupati Pasuruan H. M. Irsyad Yusuf, S.E, MMA. Para lakon sukses memerankan Gus Irsyad saat menjadi mahasiswa dulu. Ia sering kali diminta untuk menjemput para pemateri dan undangan karena hanya dia yang memiliki SIM.

Kisah Bupati Pamekasan H. Baddrut Tamam, S.Psi. juga tidak kalah menarik. Mulai dari kesuksesannya berjualan kerupuk ketika mahasiswa, memiliki telepon genggam, hingga rela berusaha menyukai basket. Terakhir, ada cerita dari Wakil Bupati Pacitan, Gagarin, S.Sos. yang ketika menjadi mahasiswa, sering sekali mengamati aktivitas di pasar karena menyukainya.

Pada kesempatan yang sama, Muhadjir berkata bahwa banyak sekali alumni UMM yang berprestasi, baik di bidang pemerintahan maupun lainnya. Karena itu, UMM harus segera membangun kekuatan dan jaringan alumni dalam rangka membangun dharma bakti demi mewujudkan slogan dari UMM untuk bangsa.

“Jangan berpuas diri dengan capaian UMM sekarang. Kita harus terus berpacu ke depan, dan alumni sebagai pendukungnya. Ingat kita akan memasuki dunia 4.0. Tanpa memiliki bekal yang baik, kita tidak bisa menyiapkan alumni untuk beradaptasi dengan perubahan perubahan drastis. Terima kasih kepada para alumni yang telah datang, baik daring maupun luring. Selamat telah meniti karir dengan baik, semoga UMM tetap jaya,” ucap Menteri Koordinator PMK tersebut.

Senada dengan Muhadjir, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. juga menekankan pada pembentukan jaringan alumni yang teratur dan baik. “Terima kasih kepada para alumni yang telah menyempatkan diri hadir di acara ini. Semoga rintisan yang luar biasa ini dapat dikembangkan dalam bentuk jaringan produktif, dalam rangka membawa UMM untuk bangsa,” pungkasnya.

(bj/*/nae/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news