alexametrics
Jumat, 23 Jul 2021
radarbojonegoro
Home > Tuban
icon featured
Tuban

Belum Pulih, Pembatasan Wisata Masih Berlaku

14 Juni 2021, 13: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

SEKTOR TERDAMPAK: Kondisi wisata Pantai Cemara di Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu yang masih sepi selama pandemi Covid-19.

SEKTOR TERDAMPAK: Kondisi wisata Pantai Cemara di Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu yang masih sepi selama pandemi Covid-19. (YUDHA SATRIA A/RDR.TBN)

Share this      

Radar Tuban – Sepekan pasca ditetapkannya Tuban menjadi zona oranye, belum banyak kebijakan yang berubah. Pembatasan segala sektor masih tetap maksimal 50 persen atau sama dengan aturan saat zona kuning. Termasuk pembatasan wisata juga ditetapkan 50 persen atau separo dari kapasitas yang ada. Hal itu dikarenakan lokasi wisata belum terlalu bergairah atau masih sepi.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Tuban Sulistiyadi mengatakan batasan pengun jung wisata maksimal 50 persen masih belum ada perubahan. Salah satu pertimbangannya kasus Covid-19 masih fluktuatif. Jika sewaktu-waktu Tuban berubah menjadi zona merah, pembatasan akan lebih ketat sesuai rekomendasi tim satgas.

‘’Untuk sementara masih tetap dibatasi 50 persen dari kapasitas yang ada,’’ kata dia. Pejabat yang akrab disapa Didit ini mengatakan sebagian besar wisata di Tuban kondisinya belum pulih.

Baca juga: Asprov Jatim: Persibo Masih Bernaung di PT Lama

Sehingga kunjungan wisatawan selama ini tidak sampai overload atau melebihi batas. Kunjungan di semua wisata masih di bawah 50 persen dari kapasitas. Hanya be berapa wisata saja yang tampak pulih. ‘’Semua kunjungan wisatawan masih di bawah 50 persen dan menaati aturan prokes yang ada,’’ tegas dia.

Mantan Camat Tuban ini mengatakan sektor wisata adalah salah satu program pemerintah dalam memulihkan ekonomi. Maka dari itu, salah satu upaya untuk menghidupkan wisata adalah dengan melakukan vaksinasi untuk semua petugas wisata. Saat ini, vaksinasi untuk petugas wisata masih dalam proses antrian. Termasuk di dalamnya para pelaku usaha turunan dari wisata, seperti pengelola hotel, restoran, rumah makan, dan sebagainya.

Didit menambahkan vaksinasi untuk petugas atau penjaga wisata sementara terdata masih kurang banyak. Baru petugas di wisata milik pemkab saja yang sudah divaksin. Sementara petugas wisata swasta masih sangat sedikit. Itu karena vaksinasi saat ini masih mengejar deadline untuk pendidik dan tenaga kependidikan. ‘’Data usulan dari pelaku wisata sudah kami sampaikan ke dinas kesehatan namun sampai saat ini belum ada realisasi,’’ ujar dia.

(bj/wid/yud/nae/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news