alexametrics
Selasa, 15 Jun 2021
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Kemarau, BPBD Siapkan 902 Tangki Air

11 Juni 2021, 19: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

Kemarau, BPBD Siapkan 902 Tangki Air

Share this      

Radar Bojonegoro - Awal musim kemarau sejak akhir Mei lalu. Namun, musim kemarau tahun ini dikategorikan kemarau basah, karena masih seringkali turun hujan. Namun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro sudah mulai memetakan wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan dan menyiapkan 902 tangki air bersih.

“BPBD telah menyiapkan anggaran senilai Rp 392 juta guna antisipasi kekeringan. Dana itu nantinya akan digunakan untuk menyuplai air bersih sebanyak 902 tangki air bersih kepada masyarakat,” Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Bojonegoro Ardhian Orianto.

Ardhian menyampaikan, dropping air bersih mengacu pada pengajuan pihak pemerintah desa melalui kecamatan. Hingga kemarin (10/6) masih belum ada pengajuan dari desa terdampak kekeringan. Apabila nanti sudah ada pengajuan dropping air bersih, pihaknya akan menjadwalkan pengirimannya.

Baca juga: Pencairan Bansos Rp 11 M Terancam Molor

Adapun per tangki air berisi 4.000 liter. Berdasar data dari BPBD Bojonegoro diperkirakan sebanyak 79 desa dari 22 kecamatan di Bojonegoro berpotensi terdampak kekeringan. Acuan yang digunakan data kekeringan pada 2019 lalu. Sebab, pada 2020 lalu terjadi fenomena la nina yang mengakibatkan wilayah terdampak kekeringan mengalami penurunan. Yakni, 42 desa dari 16 kecamatan. Jumlah air bersih didistribusikan sekitar 766 rit.

“Tetapi ada baiknya masyarakat selama musim kemarau berupaya lebih hemat dan bijaksana menggu nakan air bersih. Khususnya, wilayah yang tiap tahunnya kerap terdampak kekeringan,” tambah Ardhian. 

Perlu diketahui, 22 kecamatan berpotensi terdampak kekeringan terdiri atas Kecamatan Kepohbaru, Padangan, Temayang, Sugihwaras, Tambakrejo, Ngraho, Kapas, Purwosari, Sumberrejo, Kasiman, Sukosewu, Ngasem, Dander, Ngambon, Malo, Bubulan, Kedungadem, Kedewan, Baureno, Trucuk, Balen, dan Kanor. Ardhian juga menambahkan, penggunaan air bersih hanya untuk keperluan rumah tangga. Bukan diperuntukkan sebagai pengairan areal pertanian.

(bj/msu/gas/nae/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news