alexametrics
Selasa, 15 Jun 2021
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Pencairan Bansos Rp 11 M Terancam Molor

11 Juni 2021, 17: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

Pencairan Bansos Rp 11 M Terancam Molor

Share this      

Radar Bojonegoro – Warga kurang mampu calon penerima bantuan sosial (bansos) harus bersabar. Sebab, bantuan dipastikan tidak bisa cair dalam waktu dekat. Penyebabnya, data penerima bantuan masih belum masuk ke sistem informasi pembangunan daerah (SIPD).

DPRD meminta dinsos memperbaiki datanya, agar saat pencairan tepat sasaran. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bojonegoro M.Arwan menjelaskan, anggaran bansos tahun ini sebesar Rp 11 miliar, untuk sejumlah warga tidak mampu. Mulai anak yatim, lansia, disabilitas, orang lumpuh, dan bantuan pangan nontunai daerah (BPNTD).

Anggaran itu masuk dalam APBD induk. Namun, posisi saat ini anggaran belum bisa dicairkan. Dinsos masih belum selesai melakukan input datanya, karena membutuhkan waktu lama. ‘’Satu data BNBA (by name by addres) membutuhkan waktu 15 menit. Padahal, ada ribuan datanya,’’ tuturnya.

Baca juga: Realisasi RTLH Menunggu P-APBD

Menurut Arwan, anggaran bansos itu tidak bisa cair dalam waktu dekat. Pihaknya akan mengupayakan pencairan bansos itu pada Perubahan APBD mendatang. Itu satu-satunya solusi agar bansos itu bisa tersalurkan tahun ini. SIPD adalah sistem keuangan baru. Sejumlah OPD masih kesulitan menyesuaikannya. Sehingga, sejumlah kegitan banyak yang belum bisa direalisasikan.

Meski demikian, masih ada bansos yang bisa cair. Yakni, bansos untuk lembaga keseja hteraan sosial anak (LKSA). Tahun ini dinsos mengalokasikan anggaran sebesar Rp 892 juta. ‘’Jumlah penerimanya ada 43 lembaga,’’ jelasnya.

Sekretaris Komisi C DPRD Bojonegoro Ahmad Supriyanto dikonfirmasi terpisah menya yangkan macetnya pencairan bansos itu. Sebab, masa pandemi ini berbagai bansos itu dibutuhkan masyarakat. Terutama masyarakat miskin. Meski demikian Politikus Golkar itu memahami bahwa SIPD memang masih rumit. Sehingga, banyak OPD yang masih kesulitan.

‘’SIPD memang lama. Saat ini masa transformasi dari SIMDA ke SIPD,’’ jelasnya. Supriyanto memastikan anggaran bansos sebesar Rp 11 miliar itu akan dimasukan P APBD. Sehingga, masayarakat miskin tetap bisa merima bantuan itu. ‘’Dinsos juga harus memperbaiki datanya lagi,’’ jelasnya.

(bj/msu/zim/nae/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news