alexametrics
Selasa, 15 Jun 2021
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Laba PT ADS Anjlok, Belum Beber Pendapatan Bunga Bank dari Dana PI

10 Juni 2021, 15: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

PAJAK BANGUNAN: Deretan permukiman di perkotaan. Target PBB masih jauh, dari Rp 38 miliar, baru terealisasi Rp 9 miliar.

PAJAK BANGUNAN: Deretan permukiman di perkotaan. Target PBB masih jauh, dari Rp 38 miliar, baru terealisasi Rp 9 miliar. (NURCHOLISH/RDR.BJN)

Share this      

Radar Bojonegoro - Pendapatan PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) selama 2020 turun sebanyak Rp 98 miliar. Penurunan pendapatan salah satu badan usaha milik daerah (BUMD) itu terjadi karena pengaruh harga minyak dunia anjlok selama 2020.

Penurunan itu otomatis membuat dividen yang akan disetorkan ke kas daerah (kasda) juga menurun. Direktur Utama (Dirut) PT ADS Lalu Syahril Majidi menjelaskan, pada 2019 lalu pendapatan PT ADS mencapai 30 juta USD. Jika dirupiahkan dengan kurs dolar Rp 14 ribu, totalnya mencapai Rp 420 miliar. Sedangkan, pendapatan tahun ini mencapai 23 juta USD atau setara Rp 322 miliar. Turun Rp 98 miliar dibanding pendapatan 2019 lalu.

‘’Turunnya laba karena pengaruh harga minyak dunia selama 2020. Juga karena lifting yang ketat,’’ katanya usai rapat umum pemegang saham (RUPS) kemarin (9/6). Pria asli Surabaya itu melanjutkan, pendapatan PT ADS diperoleh dari dua sumber. Yakni, dari participating interest (PI) Blok Cepu dan bunga bank. Dana PI yang masuk ke PT ADS selama 2020 disimpan di rekening. Sehingga, selama setahun menghasilkan bunga cukup banyak.

Baca juga: Kerusakan Jalan Akibat Penambangan Pasir Kian Meluas

Namun, Syahril tidak menjelaskan secara rinci besaran dua sumber pendapatan itu. Besaran dividen yang akan disetorkan ke kasda hanya 25 persen dari pendapatan itu. Yakni sekitar 5,7 juta USD atau Rp 80,5 miliar. Jumlah itu turun jauh dibanding tahun-tahun sebelumnya yang mencapai Rp 100 miliar lebih. Berbeda pendapatan 2018 PT ADS berhasil menyetorkan dividen sebesar Rp 123 miliar. Laba 2019 berhasil menyetorkan Rp 107 miliar. Sedangkan laba 2020 dividen yang disetor sebesar Rp 80,5 miliar. ‘’Memang turun karena labanya juga turun,’’ tutur pria yang juga dosen itu.

Terkait rencana akuisisi saham, para pemegang saham sepakat untuk dilanjutkan. Sehingga, masih akan terus dilakukan kajian oleh tim yang dibentuk pemkab. ‘’Pihak PT SER juga sudah membuka tangan kok,’’ ujarnya.

Menurut Syahril, kepemilikan saham mayoritas pemkab di BUMD memang wajib. Itu sesuai peraturan perundangan. Sehingga, PT Surya Energi Raya (SER) yang menjadi pemegang saham mayoritas tidak keberatan. Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri mengatakan, penurunan pendapatan PT ADS memang bisa diterima semua kalangan.

Selama pandemi Covid-19 melanda harga minyak dunia turun dratis. ‘’Kami bisa memahami itu,’’ jelasnya. Namun, pihaknya meminta manejemen PT ADS untuk segera menjelaskan itu semua ke DPRD setempat. Sehingga, bisa didapatkan keterangan lebih resmi hasil RUPS itu. ‘’Kalau soal rencana akuisisi itu memang butuh waktu panjang,’’ jelasnya. 

(bj/rij/zim/nae/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news