alexametrics
Selasa, 15 Jun 2021
radarbojonegoro
Home > Lamongan
icon featured
Lamongan

Satu Meninggal, Sembilan Positif, Lamongan Jadi Zona Oranye

07 Juni 2021, 16: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

Satu Meninggal, Sembilan Positif, Lamongan Jadi Zona Oranye

(AINUR OCHIEM/RDR.BJN)

Share this      

Radar Lamongan - Kepala Dinas Kesehatan Lamongan, dr Taufik Hidayat menjelaskan, kasus Covid-19 di Desa Sidodowo Kecamatan Modo dan Desa Jangkungsomo Kecamatan Maduran menjadi perhatian tim Satgas Covid-19 Lamongan.

Upaya preventif promotif yang dilakukan, antara lain memberlakukan PPKM mikro. ‘’Membatasi kegiatan warga untuk memutus rantai penularan. Serta meningkatkan tracing, testing, dan treatmen,’’ ungkapnya kemarin (6/6).

Taufik mengungkapkan, PPKM mikro di Lamongan ada di 25 RT zona kuning dan dua RT zona oranye. Jumlah kasus aktif hasil swab PCR sebanyak 35 orang. Sedangkan untuk pasien suspek yang isolasi juga tinggi, sebanyak 33 orang. ‘’Sehingga status zonasi Lamongan sudah berubah (dari kuning) menjadi oranye atau resiko sedang,’’ ungkapnya.

Baca juga: Ciptakan Tari Wak Tangsil demi Eksistensi Seni Sandur

Dia menjelaskan, pasien suspek ini karena kontak erat dengan pasien positif dan hasil rapid antigennya positif, sehingga harus diisolasi. “Kalau pihak desa (Sidodowo) menyebut ada 45 kasus untuk yang Modo, itu termasuk hasil rapid antigen. Sedangkan yang dari litbangkes, yang aktif Sembilan orang,” terangnya.

Sementara itu, Pemerintah Desa Sidodowo Kecamatan Modo meminta semua warga yang meninggal harus dilakukan pemulasaraan sesuai protokol kesehatan (prokes). Sebab, jumlah kasus positif covid-19 di desa tersebut mencapai 45 orang, termasuk yang meninggal dunia. “Sebenarnya ada delapan yang meninggal bertepatan dengan mencuatnya kasus, tapi baru lima yang keluar hasil PCR dan positif,” ujar Kepala Desa Sidodowo Lamongan, Ali Mahrus saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Lamongan.

Menurut dia, semua yang meninggal selama dua pekan lebih ini harus dilakukan pemulasaraan sesuai prokes. Tujuannya, untuk memutus rantai penularan covid-19 di desa tersebut. Penyekatan juga masih tetap dilakukan. Termasuk pemberlakuan jam malam. Dia menyatakan, pemdes setempat tidak memberlakukan lockdown total karena kaitannya dengan kebutuhan ekonomi masyarakat. Sehingga dilakukan pembatasan untuk memantau aktivitas masyarakat yang keluar dan masuk desa.

Ali mengatakan, untuk warga yang isolasi di rumah sebanyak 30 orang, akan dibantu sembako guna memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Sedangkan yang isolasi rumah sakit ada tujuh orang. Sisanya ada yang dirawat di puskesmas dan klinik. “Semoga kasus baru bisa ditekan dan masyarakat tetap prokes karena kondisinya masih darurat,” terangnya.

(bj/feb/rka/nae/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news