alexametrics
Selasa, 15 Jun 2021
radarbojonegoro
Home > Tuban
icon featured
Tuban

Persentase Kematian Covid di Tuban Kedua Tertinggi se-Jatim

07 Juni 2021, 13: 18: 31 WIB | editor : Nailul Imtihany

TERUS DILACAK: Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Tuban melakukan pelacakan untuk meminimalisir kasus baru virus korona.

TERUS DILACAK: Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Tuban melakukan pelacakan untuk meminimalisir kasus baru virus korona.

Share this      

Radar Tuban – Sebagai kabupaten kecil, total kasus terkonfirmasi Covid-19 di Tuban cukup banyak. Jumlahnya hingga kemarin (6/6) sebanyak 3.774 kasus dan menempati peringkat keempat belas total akumulasi kasus terbanyak di Provinsi Jawa Timur.

Sementara kota tetangga Bojonegoro di peringkat 26 dan Lamongan 22, total angka kasusnya jauh di bawah Tuban. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tuban Bambang Priyo Utomo menjelaskan peringkat teratas kasus terbanyak di Jatim adalah Surabaya, Sidoarjo, Jember, Kota Malang, dan Banyuwangi. Kelimanya merupakan kota-kota besar dengan mobilitas masyarakatnya yang cukup tinggi. Sementara Tuban yang merupakan kabupaten atau daerah kecil termasuk di urutan terbanyak jika dibanding kabupaten kecil lainnya.

Dokter lulusan Universitas Brawijaya (UB) Malang ini mengatakan case recovery rate atau kesembuhan di Tuban hing g a saat ini mencapai 87,39 persen. Dengan case fatality rate atau tingkat kematian 11,06 persen. Untuk tingkat kematian, persentase Tuban tertinggi kedua setelah Blitar (11,27 persen). Kematian tertinggi ketiga adalah Kota Pasuruan (10,63 persen). ‘’Persentase kematian di Tuban di atas angka nasional dan provinsi,’’ jelas Bambang.

Baca juga: Fighting Tournament Airlangga Hartarto Cup 2022 Perebutkan Rp2 Miliar

Sebagai gambaran, Surabaya sebagai kota dengan kasus terbanyak di Jawa Timur, angka kematiannya hanya 5,93 persen. Kemung kinannya, kasus Covid-19 di Tuban sebenarnya lebih banyak dari yang terdata saat ini. Namun banyak dari mereka tidak melakukan swab sehingga tidak masuk data Satgas Covid-19. Kemungkinan ini pernah diucapkan Bupati Tuban Fathul Huda saat Safari Ramadan di Kecamatan Jenu beberapa waktu lalu.

Dengan tingkat penularan yang masih masif dan risiko kematian yang tinggi, Bambang mengimbau masyarakat untuk tetap taat protokol kesehatan. Sebab sementara ini angka kasus baru masih didominasi dari kasus pasien bergejala. Apalagi saat ini status Tuban menjadi zona oranye atau berisiko sedang. Semakin abai masyarakat, bukan tidak mungkin sewaktu waktu Tuban bisa menjadi zona merah. ‘’Harus tetap taat prokes,’’ tegas dia.

(bj/wid/yud/nae/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news