alexametrics
Selasa, 15 Jun 2021
radarbojonegoro
Home > Tuban
icon featured
Tuban

Terjadi Lagi, Bapak Perkosa Anak Kandung Hingga Empat Kali

03 Juni 2021, 16: 30: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

BEJAT: Ngrobyong, warga Desa Pucangan, Kecamatan Montong yang empat kali memerkosa anak kandungnya.

BEJAT: Ngrobyong, warga Desa Pucangan, Kecamatan Montong yang empat kali memerkosa anak kandungnya. (YUDHA SATRIA A/RDR.TBN)

Share this      

Radar Tuban – Pemerkosaan terhadap anak kandung sendiri kembali terjadi di Tuban. Kali ini pelakunya Priyo alias Ngrobyong, 45. Petani yang tinggal di Desa Pucangan, Kecamatan Montong ini nekat memerkosa Melati (bukan nama sebenarnya), 16, anak kandungnya sendiri hingga empat kali.

Ini adalah kasus kedua selama dua bulan terakhir. Sebelumnya, Pakeh, 56, warga Desa Sumber, Kecamatan Merakurak diamankan karena perbuatan serupa pada Jumat (23/4). Dia memerkosa anak kandungnya yang masih berusia 12 tahun. Aksi bejat tersebut dilakukan hingga 15 kali selama 5 bulan terakhir.

Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono menjelaskan, perbuatan pertama Ngrobyong terjadi Kamis (20/5) malam. Malam itu, dia pulang ke rumah dalam kondisi mabuk. Dalam kondisi setengah sadar, dia memaksa putrinya untuk melayani nafsu bejatnya.

Baca juga: PPDB SMPN Mulai Senin, Utamakan Jenjang Zonasi

Korban sempat melawan, namun tak berdaya karena pelaku mengancam. Setelah itu, pelaku mengulanginya hingga tiga kali. Yakni, 25, 29, dan 30 Mei. Ketika beraksi pada 30 Mei, adik kandung korban merekam menggunakan ponsel. Dia merekam karena diperintah korban yang ketakutan karena selalu menjadi budak seks ayah kandungnya sendiri.

Rekaman video inilah yang menjadi barang bukti laporan ke Satreskrim Polres Tuban. ‘’Tersangka ditangkap berdasarkan laporan ibu korban dengan bukti sebuah video,’’ terang Ruruh.

Dia mengatakan, Ngrobyong sudah tiga kali menikah. Pada pernikahan pertama, dia memiliki 1 anak. Pernikahan kedua memiliki 2 anak dan pernikahan ketiga mendapatkan 1 anak. Pada pernikahan ketiga, pelaku mengaku kebutuhan biologisnya tidak mampu dipenuhi istrinya. Karena itu, dia melampiaskan ke anak kandungnya.

‘’Dua istri sebelumnya sudah cerai dan sekarang hidup dengan istri yang ketiga dan anaknya,’’ jelas.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 82jo pasal 76e dan pasal 81 jo 76d Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Ancaman hukumannya pidana penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun. Jika pelaku merupakan orang tua kandung ditambah sepertiga dari hukuman. Ditanya awak media, tersangka mengaku tak sadar menyetubuhi anak kandungnya hingga empat kali. ‘’Tidak sadar karena saya mabuk tuak,’’ ujarnya saat ekspos kasus tersebut.

(bj/ds/yud/nae/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news