alexametrics
Selasa, 15 Jun 2021
radarbojonegoro
Home > Lamongan
icon featured
Lamongan

Lima SMPN Perpanjang PPDB, SMAN Biarkan Kursi Kosong Tanpa pendaftar

03 Juni 2021, 16: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

Lima SMPN Perpanjang PPDB, SMAN Biarkan Kursi Kosong Tanpa pendaftar

(AINUR OCHIEM/RDR.BJN)

Share this      

Radar Lamongan - Daftar ulang penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMP sudah ditutup 28 Mei. Namun, lima SMPN masih kesulitan memenuhi pagunya. Mereka mengajukan perpanjangan pendaftaran.

“Ada beberapa lembaga pinggiran yang mengajukan perpanjangan karena masih kurang,” ujar Plt Kepala Dinas Pendidikan Lamongan Moh Nalikan kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Menurut dia, lima sekolah yang sudah mengajukan perpanjangan PPDB adalah SMPN 1 Solokuro, SMPN 2 Modo, SMPN 1 Glagah, SMPN 1 Pucuk, dan SMPN 1 Sarirejo. Sesuai data pagu zonasi di lamongan.siap-ppdb.com, pagu SMPN 1 Solokuro 32 siswa, SMPN 2 Modo 48 siswa, SMPN 1 Glagah 32 siswa, SMPN 1 Sarirejo 96 siswa, dan SMPN 1 Pucuk 214 siswa.

Baca juga: Rencana Pembukaan Jalur Baru KA Tuban, Agendakan Temui Kemenhub-KAI

Menurut Nalikan, dari pagu tersebut, kekurangannya tidak banyak. Berdasarkan analisa lembaga setempat, lulusan SD/ MI di lingkungan sekitar juga terbatas. Padahal, lembaga jenjang SMP/MTs cukup banyak. Nalikan memastikan perpanjangan izin disetujui untuk memberikan kesempatan bagi siswa yang belum mendaftar.

‘’Pendaftaran zonasi dulu waktunya hanya tiga hari, mungkin masih ada yang belum mendengar sehingga diberikan kesempatan untuk segera mendaftar,’’ terang pria yang juga menjabat Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Lamongan itu.

Perpanjangan waktu PPDB itu juga fleksibel. Jika sekolah sudah bisa memenuhi pagu, maka mereka diminta langsung menutup perpanjangan PPDB. Jika pagu itu tidak terpenuhi dalam waktu dekat, maka sekolah bisa melakukan perpanjangan hingga sebelum pembelajaran tatap muka tahun ajaran baru diberlakukan.

Sementara itu, PPDB SMAN juga sudah ditutup minggu lalu. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Lamongan Sri Yuliarsih menyatakan, ada beberapa sekolah pinggiran yang belum memenuhi pagu. Namun, kekurangannya tidak banyak. Sekolah – sekolah tersebut tidak perlu mengajukan perpanjangan pendaftaran.

Yuli memastikan kekurangannya tidak sampai ratusan siswa. Sebab, SMA di Lamongan hanya delapan lembaga. “Kalau kurang dikosongi karena tidak banyak kekurangannya dan pembelajaran masih bisa berjalan normal,” katanya. 

(bj/yan/rka/nae/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news