alexametrics
Selasa, 15 Jun 2021
radarbojonegoro
Home > Lamongan
icon featured
Lamongan

Cold Storage Pasar Ikan Belum Dibangun, Ajukan Anggaran Lagi

03 Juni 2021, 14: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

PERLU COLD STORAGE: Ikan tawar di Pasar Ikan Lamongan harganya anjlok karena stok melimpah.

PERLU COLD STORAGE: Ikan tawar di Pasar Ikan Lamongan harganya anjlok karena stok melimpah.

Share this      

Radar Lamongan – Pembangunan cold storage di Pasar Ikan Lamongan belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat. Sebab, pengajuan anggaran dari Dinas Perikanan Lamongan tahun lalu terkendala Covid-19.

‘’Seharusnya kan tahun kemarin, tapi realiasi anggaran terkendala covid-19. Sekarang kita mengajukan lagi ke Pemprov Jatim,’’ tutur Kabid Produksi Perikanan Dinas Perikanan Lamongan Arip Sujanarta kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (2/6).

Awalnya, lanjut dia, dinasnya mengusulkan cold storage berkapasitas 200 ton. Pengajuan bank pendinginan ikan tersebut direvisi lagi menjadi 75 ton. Alasannya, menyesuaikan kondisi. ‘’Kemungkinan baru direalisasikan tahun depan. Kita hanya mengajukan spesifikasi, untuk anggaran dari provinsi,’’ ujar Arip saat dikonfirmasi via ponsel.

Baca juga: Harga Kedelai Tembus Rp 11 Ribu, 5 Produsen Tahu Berhenti Produksi

Dia mengatakan, usulan cold storage juga menyesuaikan lahan yang disediakan di Pasar Ikan Lamongan. Arip memerkirakan luas lahan yang dibutuhkan cold storage berkapasitas 75 ton itu sekitar 35 meter (m) x 50 m. ‘’Lokasi sudah ada di sebelah barat,’’ ucap Arip.

Saat ini, Lamongan masih menjadi salah satu andalan produsen ikan skala nasional. Namun, petambak mengalami dilematis ketika panen karena harganya turun drastis. ‘’Nanti kalau ada cold storage kan bisa tunda jual ikan,’’ imbuh Arip.

Harga sejumlah ikan tawar di pertengahan minggu ini masih rendah. Mujaer satu koilogram (kg) isi 4 - 5 ekor harganya sekitar Rp 10 ribu. Sementara ikan tombro harganya hanya Rp 8 ribu per kg.

Kepala UPT Pasar Ikan Lamongan Kacung Rawi mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan informasi terkait rencana dibangun cold storage di UPT-nya. ‘’Dulu informasinya tahun ini, tapi kami menunggu informasi lebih lanjut dari Dinas Perikanan yang menangani,’’ katanya.

Rawi menuturkan, pihaknya sudah menyiapkan lahan untuk cold storage. ‘’Masih luas. Nanti juga direncanakan sama parkiran,’’ imbuhnya. Rawi menjelaskan, setiap musim panen, harga mayoritas ikan otomatis mengalami penurunan. Hal itu karena seluruh ikan tawar dilempar ke pasaran. Sehingga, pasokan melimpah ruah. ‘’Mudah-mudahan bisa segera terealisasi,’’ harap Rawi. 

(bj/yan/ind/nae/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news