alexametrics
Selasa, 15 Jun 2021
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Harga Kedelai Tembus Rp 11 Ribu, 5 Produsen Tahu Berhenti Produksi

03 Juni 2021, 12: 30: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

MERANA: Pekerja menata tahu bulat. Saat ini produsen tahu kian terjepit dengan harga kedelai impor tembus Rp 11.000

MERANA: Pekerja menata tahu bulat. Saat ini produsen tahu kian terjepit dengan harga kedelai impor tembus Rp 11.000 (NURCHOLISH/RDR.BJN)

Share this      

Radar Bojonegoro - Nasib para produsen tahu dan tempe kembali merana. Harga bahan baku kacang kedelai impor naik lagi mencapai Rp 11 ribu per kilogram. Juga harga minyak goreng naik menjadi Rp 14.500 per kilogram. Akibatnya beberapa produsen tahu di Kelurahan Ledok Kulon berhenti produksi sementara.

Arifin produsen tahu dan tempe asal Kelurahan Ledok Kulon menyampaikan, bahwa harga kacang kedelai impor tembus Rp 11 ribu per kilogram, bahkan mencapai Rp 11.300. Padahal, harga normal kedelai impor Rp 6.900. Selain itu, harga minyak goreng kisaran Rp 14.500 hingga Rp 14.700 per kilogram.

Menurut sepengetahuannya, ada lima produsen tahu yang berhenti produksi sementara akibat tingginya harga bahan baku tersebut. “Ada lima perusahaan tahu berhenti produksi sementara. Apabila harga bahan bakunya tidak kunjung turun, tidak menutup kemungkinan bakal gulung tikar,” jelas Arifin.

Baca juga: Empat Pemain Baru Persela Segera Merapat

Sementara itu, Pranyoto juga produsen tahu mengatakan, bahwa kenaikan kacang kedelai impor sejak dua minggu lalu. Terakhir kali ia beli harganya Rp 10.700 per kilogram. Padahal harga normal kacang kedelai impor sekitar Rp 6.900. Pihaknya berencana akan rapat bersama para produsen tahu.

“Kami ingin rapat anggota dulu untuk menentukan sikap selanjutnya. Apabila anggota meng hendaki unjuk rasa kembali, nantinya kami akan menjad walkannya,” tutur pria juga Ketua Paguyuban Produsen Tahu Ledok itu.

Pranyoto mengaku hanya bisa bertahan dan fokus melayani langganannya. Per hari saat ini hanya produksi kurang dari satu kuintal yang mana sebelumnya saat harga normal bisa produksi lebih dari dua kuintal. Dia tak tahu pasti penyebab kenaikan harga kacang kedelai impor berkali-kali. Naiknya harga tersebut merata secara nasional.

“Kenaikan harga kacang kedelai impor ini merata secara nasional. Padahal stok tidak pernah langka, namun harga naik berkali-kali sejak akhir tahun lalu,” bebernya.

Sebelumnya, Paguyuban Produsen Tahu Ledok sudah pernah mengadu ke Komisi B DPRD Bojonegoro terkait tingginya harga kacang kedelai impor, namun tak membuahkan hasil.

Pranyoto berharap ada perhatian dari Pemkab Bojonegoro. Karena memang para produsen tahu dan tempe sangat bergantung pada kacang kedelai impor, sebab produksi kacang kedelai lokal sangat rendah.

(bj/rij/gas/nae/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news