alexametrics
Selasa, 15 Jun 2021
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

DPRD Desak OPD Genjot Serapan APBD

02 Juni 2021, 14: 30: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

DPRD Desak OPD Genjot Serapan APBD

(AINUR OCHIEM/RDR.BJN)

Share this      

Radar Bojonegoro - DPRD memprediksi hingga semester dua serapan APBD tidak melebihi 50 persen. Karena banyak kegiatan yang masih belum jalan. Bahkan, ada sejumlah program yang dibatalkan. Sehingga, DPRD meminta organisasi perangkat daerah (OPD) segera menggenjot serapan anggaran memasuki semester dua, agar tidak terjadi tumpukan sisa lebih pembiayaan (silpa) seperti tahun lalu.

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bojonegoro Lasuri mengatakan, adanya sejumlah program yang belum jalan dipastikan membuat serapan anggaran rendah. Di antaranya, bantuan keuangan desa (BKD), pembangunan gedung DPRD, dan pembangunan RTLH. Padahal, anggaran proyek itu cukup besar.

Lasuri memperkirakan, hingga kini serapan anggaran masih di kisaran 20 persen dari pagu. Padahal, saat ini sudah memasuki pertengahan tahun. Serapan seharusnya sudah hampir 50 persen. ‘’Angka pastinya belum kami dapatkan. Angka kasarnya serapan di kisaran 20 persen,’’ jelasnya.

Baca juga: SIM C Dibagi Berdasarkan Cc Kendaraan

Rendahnya serapan itu, lanjutnya, akan berdampak pada tingginya sisa lebih penggunaan ang garan (silpa). Dikhawatirkan tahun ini silpa bisa sebesar tahun lalu yang mencapa Rp 2,3 triliun. Karena itu, DPRD meminta pemkab menekan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memaksimalkan penyerapan anggaran.

Dicabutnya BKD sebesar Rp 452 miliar sudah dipastikan membuat anggaran itu tidak terpakai. Besar kemungkinan anggaran itu menjadi silpa. ‘’Belum lagi proyek-proyek lain yang tertunda,’’ jelas politikus PAN itu.

Anggota Komisi B DPRD itu menam bahkan, tahun ini pemkab optimistis silpa tidak sebesar tahun lalu. Namun, pihaknya pesimistis itu bisa terealisasi. Itu terlihat dengan masih lambatnya pelaksanaan sejumlah program. ‘’Kami akan segera meminta data lengkap ke BPKAD soal serapan itu,’’ jelasnya.

Tahun ini APBD Bojonegoro sebesar Rp 6,2 triliun. Terdiri atas pendapatan sebesar Rp 3,7 triliun dan belanja sebesar Rp 6,2 triliun. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bojonegoro Luluk Alifah belum memberikan keterangan terkait reaslisasi serapan APBD. Saat dihubungi via ponselnya, tidak merespons.

(bj/msu/zim/nae/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news