alexametrics
Selasa, 15 Jun 2021
radarbojonegoro
Home > Tuban
icon featured
Tuban

Songsong Industri, Tuban Rencanakan Jalur Baru Kereta Api

02 Juni 2021, 11: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

AKANKAH DIREAKTIVASI?: Rel kereta api di Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Tuban. Lintasan ini berada di tengah pemukiman padat perkotaan.

AKANKAH DIREAKTIVASI?: Rel kereta api di Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Tuban. Lintasan ini berada di tengah pemukiman padat perkotaan. (ZAKKI TAMAMI/RDR.TBN)

Share this      

Radar Tuban - Tuban siap menyongsong era industrialisasi menyusul berdirinya kilang minyak Grass Root Refinery (GRR). Untuk menuju tatanan sosial ekonomi yang didominasi industri tersebut tak hanya disiapkan jalan tol, namun juga jalur kereta api (KA). Tujuannya, memperlan car transportasi umum dan khusus.

Jalur KA sekarang ini tengah dibahas Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub). ‘’Saat ini, kita usul ke Kemenhub untuk jalur baru, bukan reaktivasi (menghidupkan jalur lama),’’ kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tuban Gunadi ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban.

Jalur baru dimaksud adalah Rembang-Jatirogo-Jenu-Babat. Dia menyampaikan, usulan tersebut direspons Kemenhub. Bahkan, sudah dijadwalkan pendalaman dan penelitian pembukaan jalur baru oleh tim konsultan Kemenhub.

Baca juga: Menjelang RUPS KB Bukopin, Sinergi KB Kookmin dan Bosowa Menguat

Dalam Perda Nomor 17 Tahun 2020 tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kabupaten Tuban 2020-2040 memang direncanakan reaktivasi dan konservasi rel mati. Meliputi Babat-Widang-Plumpang-Semanding-Palang-Tuban-Merakurak-Jenu.

Jenu masuk dalam rencana karena merupakan wilayah industri di jalur pantai utara (pantura). Gunadi menyampaikan, rute yang tercantung dalam tata ruang tersebut baru sebatas estimasi dan kajian untuk memberikan ruang pengembangan.

Kabid Lalu Lintas Dishub Tuban Yuli Imam Isdarmawan menambahkan, berdasarkan hasil rapat dengan Kemenhub, awalnya dilakukan studi rute Semarang-Rembang-Jatirogo-Bojonegoro. Ternyata, setelah rapat daring, berkembang usulan dari kabupaten yang dilintasi dan Provinsi Jatim. Pertimbangannya, rute baru Rembang menuju jalur pantura Tuban mendukung industri di Bumi Wali. Opsi kedua rute Rembang-Jatirogo-Jenu.

‘’Dengan usulan dari daerah dan provinsi, Kemenhub melakukan studi ulang. Nanti, rencananya Juli pendalaman lagi. Sekarang masih pengumpulan bahan,’’ ujar Imam, sapaan akrabnya.

Jalur baru KA tersebut, terang Imam, tidak hanya untuk angkutan barang. Namun, juga memenuhi sarana transportasi industri dan penumpang. ‘’Target awal barang dulu, nanti penumpang dilihat perkembangannya,’’ imbuh dia merujuk hasil rapat. Disinggung terkait rencana reaktivasi jalur Widang-Plumpang-Semanding-Palang- Tuban-Merakurak plus Jenu, Imam menyampaikan, berdasarkan hasil diskusi dengan kon sultan Kemenhub, reaktivasi kecil kemungkinan dipilih.

Salah satu pertimbangannya karena padatnya pemukiman di sepanjang jalur lama KA. Terutama di wilayah perkotaan Tuban. Ka laupun nanti ada wacana rute baru KA menuju Babat, mungkin tidak melintas kota.

(bj/rij/nae/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news