alexametrics
Selasa, 15 Jun 2021
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

PT Jatim Korting Pidana Penjara Imron Amirudin Dua Tahun

12 Mei 2021, 13: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

TETAP DITAHAN: Imron Amirudin menjalani pemeriksaan. Vonis PT Jatim mengorting dua tahun dari putusan PN Tipikor.

TETAP DITAHAN: Imron Amirudin menjalani pemeriksaan. Vonis PT Jatim mengorting dua tahun dari putusan PN Tipikor.

Share this      

Radar Bojonegoro - M. Imron Amirudin mendapat potongan hukuman pidana. Putusan banding Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Timur terhadap Imron Amirudin telah turun.

Terdakwa dugaan korupsi dana hibah Provinsi Jawa Timur 2018 itu divonis oleh majelis hakim PT Jatim lebih rendah dari putusan Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Surabaya.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro Sutikno menyampaikan, bahwa putusan banding terdakwa yang merupakan Ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas) Singosari turut Desa Sudu, Kecamatan Gayam telah turun. Namun, pihaknya secara resmi belum menerima relaas putusan banding tersebut.

Baca juga: APEL SIAGA PENGAMANAN IDUL FITRI DAN PERSIAPAN PENGAMANAN OVERHAUL

Adapun putusan bandingnya diketahui lebih rendah dari putusan PN Tipikor Surabaya. “Berdasar putusan banding, pidana penjaranya turun menjadi dua tahun. Sedangkan putusan PN Tipikor Surabaya empat tahun penjara,” jelasnya.

Karena ada penurunan jumlah pidana penjara, sehingga pihaknya hendak mengajukan upaya kasasi ke Mahkamah Agung melalui PN Tipikor Surabaya. Jaksa penuntut umum (JPU) Dekry Wahyudi membenarkan, bahwa setelah menerima relaas putusan banding terdakwa M. Imron Amirudin, pihaknya segera mangajukan kasasi.

Secara garis besar alasan kasasi tidak jauh beda dengan upaya banding. Yakni, adanya perbedaan pembuktian pasal antara JPU dan majelis hakim. JPU menuntut terdakwa menggunakan dakwaan primer yaitu pasal 2 ayat 1 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor. Sedangkan majelis hakim memvonis terdakwa bersalah berdasar dakwaan subsider yaitu pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor.

“Selain adanya perbedaan pembuktian pasal. Upaya kasasi dilakukan karena putusan banding kurang dari dua per tiga putusan PN Tipikor Surabaya,” bebernya.

Perlu diketahui, M. Imron Amirudin ditetapkan tersangka penyidik Satreskrim Polres Bojonegoro pada 30 Juli 2020. Saat itu, terdakwa diduga menyelewengkan dana hibah bersumber dari Provinsi Jawa Timur 2018.

Dana hibah diberikan kepada Pokmas Singosari sebesar Rp 250 juta digunakan membangun tembok penahan tanah (TPT) di Dusun Alasmati, Desa Sudu. Setelah TPT selesai dibangun dan diaudit Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang Bojongoro ditemukan lebih bayar sebesar Rp 161 juta.

(bj/rij/gas/nae/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news