alexametrics
Selasa, 15 Jun 2021
radarbojonegoro
Home > Lamongan
icon featured
Lamongan

Jelang Lebaran, Harga Daging Sapi Merangkak Naik

11 Mei 2021, 20: 15: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

HARGA NAIK: Penjualan daging sapi meningkat mendekati lebaran

HARGA NAIK: Penjualan daging sapi meningkat mendekati lebaran

Share this      

Radar Lamongan – Daging sapi menjadi salah satu makanan favorit masyarakat saat merayakan lebaran. Penjualan di sejumlah pasar tradiosional melejit beberapa hari terakhir. Harga daging sapi pun terkerek naik.

‘’Naik Rp 10 ribu per kilogram (kg). Sebelumnya Rp 100 ribu per kg, hari ini (kemarin) Rp 110 ribu per kg,’’ tutur salah satu pedagang daging sapi di Pasar Sidoharjo, Lamongan Nur Hasanah kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (10/5).

Dia menilai, kenaikan harga daging sapi masih normal. ‘’Katanya besok (hari ini) ada kenaikan lagi menjadi Rp 120 ribu dari tempat pemotongan,’’ ucap pedagang asal Kecamatan Tikung tersebut.

Baca juga: Data Kematian Terkendala Warga Enggan Melapor

Menurut Nur Hasanah, mulai naiknya harga daging sapi karena meningkatnya permintaan masyarakat. Dia mengatakan, penjualan daging sapi sekitar 300 kg di awal Ramadan. ‘’Sekarang permintaan mencapai 400 kg per hari,’’ ujar perempuan berjilbab tersebut.

Dia menuturkan, mayoritas konsumen daging sapi merupakan pedagang bakso. Mereka memersiapkan dagangan untuk dijajakan saat lebaran. Selain itu, kini banyak orang yang berbisnis bakso mentah. ‘’Setiap tahun memang tinggitingginya permintaan mulai H-3 lebaran,’’ imbuh Nur Hasanah.

Meningkatnya permintaan daging sapi juga terjadi di Pasar Modern Lamongan. Sukarti, salah satu pedagang, mengatakan, terdapat kenaikan permintaan yang cukup signifikan mendekati lebaran ini. ‘’Awal Ramadan lalu sepi. Sekarang mulai ramai. Mungkin itu yang membuat harga daging sapi mengalami kenaikan,’’ katanya.

Perempuan paro baya tersebut berencana berjualan daging sapi hingga H-1 lebaran. Bagi dia, saat lebaran menjadi momen untuk mendongkrak penjualan. ‘’Di sini kalau hari biasa sepi, tidak seramai pasar tradisional di tengah kota,’’ terang Sukarti.

(bj/yan/ind/nae/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news