alexametrics
Selasa, 15 Jun 2021
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Peserta Tes Perades Banyak Wadul DPRD

11 Mei 2021, 18: 38: 33 WIB | editor : Nailul Imtihany

Peserta Tes Perades Banyak Wadul DPRD

Share this      

Radar Bojonegoro - Sejumlah pengaduan masyarakat terkait pengisian perangkat desa (perades) diterima DPRD Bojonegoro. Rerata mereka mengadukan adanya dugaan kecurangan dalam seleksi.

Terakhir eks peserta seleksi perades Desa Semen Kidul, Keca matan Sukosewu. ‘’Tadi ada dari Sukosewu yang mengadu. Terkait itu, rencannya kami segera memanggil pemkab terkait masalah ini,’’ kata Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Sukur Priyanto kemarin (10/5).

Menurut Sukur, ada banyak hal harus diselesaikan terkait pengisian perades itu. Sehingga, menimbulkan permasalahan cukup pelik. Para peserta seleksi mengadukan adanya dugaan kecurangan dalam seleksi. Itu terlihat dengan tingginya nilai seleksi pada peserta yang terpilih. Hal itu menimbulkan kecurigaan peserta lainnya.

Baca juga: Tradisi Malam Songo, Permohonan Nikah Dini Cukup Tinggi

Menurut Sukur, seleksi perades memang diserahkan ke masingmasing desa. Dan desa juga sudah menggunakan jasa perguruan tinggi dalam pembuatan soalnya. Namun, celah untuk melakukan kecurangan masih ada. Yakni, dugaan adanya bocoran soal sebelum ujian dilaksanakan. ‘’Masalah ini harus diselesaikan. Jika tidak akan menjadi masalah yang panjang,’’ jelasnya.

Menurut Sukur, seleksi perades rencananya masih akan digelar Juni mendatang lebih baik ditunda dulu. Pemkab harus melakukan evaluasi menyeluruh terkait sistem pelaksanaannya. ‘’Setelah itu beres, proses seleksi bisa dilanjutkan dengan lebih fair,’’ jelasnya.

Karena itu, lanjut Sukur, kalangan DPRD akan memanggil pemkab dan pihak desa terkait masalah itu. Sehingga, berbagai masalah itu bisa segera diselesaikan. Masalah seleksi perades memang selalu terjadi. Saat dilakukan seleksi serentak di kabupaten, saat itu juga terjadi polemik.

Kini, setelah ditangani desa juga ada polemik. Rabu (5/5) lalu Komisi A DPRD juga mendapat laporan pengaduan terkait seleksi tes perangkat desa (perades) di Kecamatan Baureno. Menanggapi surat itu, Ketua Komisi A DPRD Lasmiran memastikan, telah menerima surat laporan beberapa desa terkait masalah tes perangkat itu.

Komisi membidangi hukum dan pemerintahan itu akan menindaklanjuti laporan dan merekomendasikan ujian ulang jika benar terjadi kecurangan. Lasmiran berjanji menin daklanjuti ke bawah. Bila ada temuan ketidakberesan, komisi A akan mendesak panitia melaksanakan ujian ulang sebelum pelantikan dilaksanakan.

Menurut Lasmiran, ujian perangkat desa harus sesuai peraturan yang berlaku. Tidak ada kecurangan apalagi sebagai ajang bisnis bagi pejabat desa. Keterbukaan suatu dibutuhkan bagi masyarakat, supaya nanti terpilih sebagai aparatur desa adalah orang benar-benar kompeten di bidangnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Bojonegoro Machmudin mengatakan bahwa tahun ini ada 113 desa di 11 kecamatan menggeler seleksi perades. Sebagian ada yang sudah dilaksanakan dan sebagian belum.

Jumlah lowongan keseluruhan perades tahun ini ada 181 jabatan. Itu terdiri dari sekdes, kaur, kasun, dan kasi di pemerintahan desa. Seleksi perades diserahkan sepenuhnya pada desa. Pemkab hanya menerima laporan datanya.

(bj/rij/zim/nae/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news