alexametrics
Selasa, 15 Jun 2021
radarbojonegoro
Home > Lamongan
icon featured
Lamongan

Tradisi Malam Songo, Permohonan Nikah Dini Cukup Tinggi

10 Mei 2021, 16: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

Tradisi Malam Songo, Permohonan Nikah Dini Cukup Tinggi

(AINUR OCHIEM/RDR.BJN)

Share this      

Radar Lamongan – Permohonan dispensasi nikah dini di Lamongan cukup tinggi. Berdasarkan data Pengadilan Agama (PA) setempat, selama bulan lalu (April 2021) tercatat ada 59 permohonan. Sedangkan hingga 6 Mei lalu sudah ada tujuh permohonan dispensasi nikah.

Permohonan dispensasi diajukan karena usianya masih belum memenuhi syarat. ‘’Bukan hanya lumayan tinggi angkanya. Faktanya memang seperti itu (tinggi),’’ kata Panitera Muda Permohonan PA Lamongan, Supardi kemarin (9/5).

Menurut dia, tingginya angka permohonan dispensasi nikah bukan suatu yang baru. Sehingga untuk perkara ini dibuatkan sidang tersendiri, dengan jam tersendiri pula. Biasanya di jam paling akhir. ‘’Karena sidang ini bentuknya permohonan murni, tidak ada pihak lawan,’’ ucapnya.

Baca juga: Banyak Perusahaan Telat Bayar THR, Disperinaker Bakal beri Sanksi

Dia menjelaskan, perubahan UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan menjadi UU Nomor 16 Tahun 2019 dinilai semakin menambah banyak angka permohonan dispensasi nikah. Sebelumnya, batas usia minimal calon mempelai perempuan adalah 16 tahun. Kemudian dirubah menjadi minimal 19 tahun.

‘’Salah satu faktor penyebabnya memang calon mempelai perempuan tidak memenuhi batas minimal usia yang ditentukan. Saat usia menikah minimal 16 tahun saja banyak orang tua yang memohonkan dispensasi nikah, apalagi setelah UU dirubah menjadi minimal 19 tahun,’’ paparnya.

Menurut dia, tidak semua permohonan dispensasi nikah dikabulkan hakim. Kecuali jika ada faktor darurat. Misalnya, jika pihak perempuan telah hamil di luar nikah dan harus segera dinikahkan agar sang anak nanti memiliki dokumen administrasi yang legal.

Dia melanjutkan, beberapa pemohon juga ada yang diminta mencabut permohonannya. Karena, jika perkara ini tetap diputus, tidak akan bermanfaat. Malah lebih banyak mudharatnya. Hakim dalam pertimbangannya, akan melihat sisi manfaat dan mudharatnya jika permohonan dispensasi nikah dikabulkan.

Diambil salah satu pilihan yang paling ringan. Yakni, jika permohonan ini diputus, akan lebih banyak manfaatnya atau mudharatnya. Misalnya, ujar dia, ada perempuan masih kecil, tapi kultur di lingkungannya mengharuskan segera dinikahkan jika sudah beranjak remaja. Itu bertentangan dengan UU perlindungan anak. ‘’Tapi ada juga faktor yang lebih darurat. Sehingga mau tak mau hakim juga harus ambil sikap,’’ pungkas Supardi.

(bj/feb/din/nae/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news