alexametrics
Selasa, 15 Jun 2021
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Hanroihan Zein, Freestyler Sepak Bola Populer di TikTok

Keisengan Berujung Penghasilan

07 Mei 2021, 13: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

KREATIF: Konten freestyle sepak bola Hanroihan Zein di TikTok menjaring jutaan penonton.

KREATIF: Konten freestyle sepak bola Hanroihan Zein di TikTok menjaring jutaan penonton.

Share this      

Konten freestyle sepak bola dibuat Hanroihan Zein via TikTok menarik jutaan penonton. Bahkan, kini pengikutnya di TikTok sebanyak 167 ribu. Uniknya, ia mampu melawan malu, karena awalnya canggung bermain TikTok.

BHAGAS DANI PURWOKO, Radar Bojonegoro

Zaman masa kini banyak kalangan anak muda suka membikin ragam konten berbagai platform digital. Misalnya Platform TikTok begitu populer di anak muda Bojonegoro. Ada sekadar menonton atau ada juga terjun jadi kreator konten.

Baca juga: PPDB Tahap Pertama, Pendaftar Jalur Ortu Tak Mampu Membludak

Hanroihan Zein berupaya menggeluti konten TikTok ini. Pemuda kelahiran 2003 itu cukup melesat pertumbuhannya dari sisi jumlah pengikut. Awalnya, Roihan sapaannya memandang TikTok sebagai aplikasi alay. Namun, karena ramai penggunanya, Roihan penasaran bikin konten sejak Desember 2020. Selain itu, mengisi waktu luang akibat pandemi Covid-19. “Awalnya iseng karena gabut kuliah daring dari awal pandemi sampai sekarang,” tutur pemuda asal Desa Mojoranu, Kecamatan Dander itu. 

Jawa Pos Radar Bojonegoro berkunjung di kediamannya kemarin (6/5), Roihan kebetulan sedang tidak ada kuliah pagi. Roihan merupakan kreator konten TikTok yang konsisten memproduksi konten seputar freestyle sepak bola. Nama akun TikTok-nya pun Jnrsoccer. Kepanjangan dari Jnrsoccer ialah Jonegoro Soccer.

Kecintaan Roihan pada sepak bola sejak kelas dua SD. Sehingga, ia ingin konsisten membuat konten seputar sepak bola. Lalu, mulai menekuni freestyle sepak bola sejak SMP. Begitu pula ketertarikannya membuat konten video juga sejak SMP. Roihan mengaku awal-awal bikin konten di TikTok, penontonnya sangat sedikit. Dia merasa kurang bersemangat bikin konten. Ternyata ada beberapa kontennya mendapat ribuan penonton dan bisa menembus FYP (for your page) TikTok.

“Ketika konten bisa tembus FYP TikTok artinya konten itu viral. Alhamdulillah saat itu ada beberapa konten yang viral,” ujar alumni SMAN 2 Bojonegoro itu.

Karena kontennya mampu viral, Roihan makin terpacu semangatnya membuat konten. Bahkan, kini setiap harinya mengunggah dua konten. Biasanya dua kali seminggu Roihan menimbun konten diunggah setiap harinya. Saat bikin konten TikTok, Roihan dibantu dua temannya merekam video. Lalu, Roihan mengedit sendiri videonya tersebut.

Selanjutnya, Roihan memantau analisis di akun TikTok guna menentukan jam-jam tepat mengunggah video. Sebenarnya, sosoknya pemalu. Namun, secara perlahan Roihan berdamai dengan rasa malunya dan berusaha sebaik mungkin saat bikin konten. Ia terus mengasah kreativitasnya agar bisa menghasilkan konten segar.

Terbukti, kurun waktu lima bulan, jumlah pengikut Roihan di TikTok sudah 167 ribu. Lalu jumlah likesnya tembus 4,6 juta. Jumlah view tiap kontennya paling sedikit ribuan dan paling banyak tembus 6 juta.

Roihan tentu tidak begitu menyangka bisa sebesar itu penikmat kontennya. Dia merasa jenis konten ia buat tidak banyak pesaingnya. “Di TikTok tentu didominasi konten joget. Sedangkan konten freestyle sepak bola asal Bojonegoro atau bahkan Indonesia bisa dibilang jarang. Jadi akhirnya bisa menggaet penonton. Kecuali freestyler luar negeri sangat banyak,” jelasnya.

Banyaknya jumlah pengikut TikTok mampu memberikan keuntungan dari sisi ekonomi bagi Roihan. Beberapa produk berbau olahraga atau sepak bola rela membayar Roihan mempromosikan di akun TikTok-nya. Roihan senang karena hobinya sejak kecil bisa menghasilkan uang. Karena itu, ia ingin konsisten dan menargetkan tahun ini bisa tembus satu juta pengikut di TikTok.

Roihan manfaatkan pengikut TikTok secara optimal. Salah satunya menggiring pengikutnya me-subscribe akun YouTube-nya. Alhasil akun YouTube pun sudah memiliki 4.000-an pelanggan. Sehingga sudah memenuhi syarat menerima Google Adsense. Tetapi di konten di YouTube dibuat berbeda dengan TikTok. “Kalau konten TikTok kan pendek dan dominan berbau hiburan. Kalau di YouTube, kontennya lebih panjang dan lebih banyak sharing perihal tutorial maupun tips trik,” beber pemuda penggemar Cristiano Ronaldo itu.

Tak jarang konten-kontennya di TikTok diserang dengan komentar-komentar netizen. Namun, Roihan mengaku tak gentar dan tetap bersemangat bikin konten. Justru banyaknya orang berkomentar di kontennya membuat kontennya makin viral. Selain itu, komentar positif masih lebih banyak dibanding komentar negatif.

(bj/rij/gas/nae/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news