alexametrics
Minggu, 16 May 2021
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Terkendala Sistem Baru, 3.261 Marbot Belum Terima Insentif

Kesra Target sebelum Lebaran Cair

04 Mei 2021, 18: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

Terkendala Sistem Baru, 3.261 Marbot Belum Terima Insentif

(AINUR OCHIEM/RDR.BJN)

Share this      

Radar Bojonegoro - Marbot dan takmir masjid harus bersabar. Hingga kini insentif bulanan mereka belum cair. Pemkab Bojonegoro berupaya insentif itu bisa cair sebelum Lebaran. Jumlah marbot penerima insentif mencapai 3.261 orang. Sedangkan, takmir 1.435 orang.

‘’Saat ini masih terus kami upayakan pencairannya. Targetnya sebelum Lebaran sudah cair,’’ kata Kabag Kesra Setda Pemkab Bojonegoro Sahari kemarin (3/5).

Sejak 2021 ini para marbot dan takmir masjid belum menerima insentif. Itu karena tahun ini ada sistem baru, yakni sistem informasi pembangunan daerah (SIPD). Itu berbeda dengan sebelumnya yang menggunakan simda. ‘’Hal itu membuat proses pencairan sedikit lebih lama,’’ tutur Sahari.

Baca juga: Disdik dan Kemenag Minta Tahfidz Competition Diadakan Lagi

Insentif untuk takmir dan marbot diberikan setiap bulan. Marbot memperoleh Rp 125 ribu per bulan. Sedangkan, takmir memperoleh Rp 150 ribu per bulan. Bagian Kesra mencatat jumlah marbot mencapai 3.261 orang.

Rata-rata setiap masjid ada tiga orang marbot. Sedangkan, jumlah takmir mencapai 1.435 orang. Hanya diberikan kepada ketua takmir saja. Mantan Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga itu menjelaskan, sebenarnya jumlah masjid terdata ada 1.437 unit. Namun, ada dua yang tidak mengajukan insentif. Sehingga, pihaknya tidak mengalokasikannya. ‘’Yang memperoleh insentif hanya yang mengajukan saja,’’ jelasnya.

Alokasi anggaran yang disiapkan juga cukup besar. Tahun ini alokasi anggaran insentif untuk marbot mencapai Rp 4,8 miliar. Sedangkan takmir mencapai Rp 1,5 miliar. Sahari menjelaskan, saat ini mengebut berbagai administrasinya. Sehingga, sebelum Lebaran nanti para takmir dan marbot sudah bisa menerima tunjangan itu.

Pemberian isentif dimaksudkan agar masjid semakin bersih dan terjaga. Pihaknya selalu melakukan monitoring ke sejumlah masjid. Jika masjid itu kondisinya kotor dan memperoleh insentif marbot, pihaknya akan menegurnya. ‘’Monitoring terus kami lakukan,’’ jelasnya.

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Bojonegoro Hanafi mengatakan, jumlah masjid sebenarnya lebih banyak. Ada yang tidak terdata. Terutama masjidmajid baru. Seperti di perumahan atau yang baru dibangun. ‘’Namun, kami akan terus melakukan pendataan lagi untuk memastikan jumlahnya,’’ jelasnya. Terkait dengan tunjangan itu, pihaknya tidak mengetahui. Ditangani oleh bagian kesra.

(bj/rij/zim/nae/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news