alexametrics
Minggu, 16 May 2021
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro
Juara Satu Kategori A Tahfid Competition

Ardiya Nurin Najwa, Rutin Berenang Latih Nafas Panjang Baca Quran

04 Mei 2021, 15: 30: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

JAWARA: Ardiya Nurin Najwa sejak TK sudah sering menyabet piala beragam lomba tahfid, qari, tilawah, maupun mewarnai.

JAWARA: Ardiya Nurin Najwa sejak TK sudah sering menyabet piala beragam lomba tahfid, qari, tilawah, maupun mewarnai. (BHAGAS DANI PURWOKO/RDR.BJN)

Share this      

Di usia belia, Ardiya Nurin Najwa telah menjadi kebanggaan keluarga. Puluhan piala ragam kompetisi pernah ia raih. Puasa Ramadan ini, siswi kelas tiga MI ini meraih juara Tahfid Competition Radar Bojonegoro, ia menyabet juara satu kategori A.

BHAGAS DANI PURWOKO, Radar Bojonegoro

Siang kemarin (3/5), Jawa Pos Radar Bojonegoro berkunjung ke rumah seorang juara satu kategori A Tahfid Competition, Ardiya Nurin Najwa. Kediamannya tak jauh dari kota, yakni di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander. Tepatnya di belakang Masjid Baitussholihin.

Baca juga: Datangi Penumpang Bus dan Kereta, Ajak Tidak Mudik

Najwa bersama ibunya, Siti Mardiyah menyambut hangat dan mempersilakan duduk di ruang tamu. Puluhan piala berjejer di atas bufet ruang tamu. Najwa memang telah memiliki jam terbang mengikuti ragam kompetisi. Bukan hanya lomba tahfid, siswi kelas tiga MI ini juga ikut lomba mewarnai, pidato, qari, maupun tilawah.

Hebatnya, sebagian besar lomba ia ikuti kerap membawa pulang piala. Anak sulung dari dua bersaudara pasangan Siti Mardiyah dan Samsul Arifin mengaku bersyukur bisa memenangkan Tahfid Competition Radar Bojonegoro.

Saat grand final, Najwa begitu tenang melewati ragam tantangan diberikan dewan juri. Sehari-hari siswi kelas tiga MI Al-Rosyid itu mengaji di sekolah, di masjid depan rumahnya, serta mengaji bersama orang tuanya. “Alhamdulillah saat lomba lancar dan bisa menang,” ucap Najwa.

Siswi kelahiran 2011 itu sosok percaya diri dan memiliki pendirian. Sang ibu, Siti Mardiyah menjelaskan, bahwa Najwa punya hobi bersepeda dan berenang. Najwa bersepeda di kawasan dekat rumah. Sedangkan berenangnya, Najwa dibimbing pelatih dua kali seminggu di kolam renang Polim Regency.

Najwa kursus berenang sejak Desember 2020. Alasan kursus berenang ialah menunjang pernafasannya ketika melafazkan ayat-ayat Alquran. Karena beberapa kali ikut lomba tahfid, hasil didapat kurang maksimal akibat nafasnya pendek. Sehingga, Mardiyah menawarkan ke Najwa kursus berenang guna mengoptimalkan pernafasannya agar bisa lebih panjang. “Ketika kami menawarkan kepada Najwa kursus berenang, anaknya senang dan setuju,” tutur Mardiyah.

Mardiyah menceritakan sosok Najwa memang tidak bisa dipaksa. Sejak TK apabila ada lomba lomba, Mardiyah pasti menawarkan ke Najwa. Jika Najwa tidak mau, tentu tidak akan dipaksa. Jadi, jangan sampai Najwa ikut lomba karena terpaksa. Karena nanti hasilnya pasti tidak bisa optimal. Sehingga, Mardiyah bersama suami menghargai keputusan dan pendapat Najwa.

Misalnya, ketika Najwa mau ikut Tahfid Competition Radar Bojonegoro itu benar-benar atas kemauannya sendiri. Padahal, selama Ramadan ini di Bojonegoro ada banyak lembaga atau instansi juga menggelar lomba tahfid. Namun, entah kenapa ketika Mardiyah menawarkan ikut Tahfid Competition Radar Bojonegoro, kebetulan Najwa tertarik untuk ikut.

Biasanya, Najwa perlu dipancing memberikannya hadiah terlebih dahulu agar mau ikut lomba. Tetapi, kalau atas kemauannya sendiri, tidak perlu memberikannya hadiah. Menurutnya, potensi Najwa masih bisa dipoles lagi. Masih banyak kekurangan perlu diperbaiki. Mardiyah juga senantiasa memotivasi Najwa agar tidak berhenti belajar.

“Najwa bisa sering dapat juara tentu atas seizin Allah. Najwa pun masih terus perlu banyak belajar,” imbuhnya. Apalagi saat Mardiyah melihat para peserta kategori B (kelas 4-6 SD/MI) Tahfid Competition, tentunya Najwa harus makin giat berlatih dan memperbanyak hafalan.

Najwa sudah hafal Juz 30 dan setiap hari setoran hafalan satu surat tiap malam kepada bapaknya. “Rutinitas setiap harinya, tiap usai Salat Subuh Najwa diberitahu surat yang harus dihafalkan. Lalu pagi hingga sore dia mulai menghafal. Malamnya hafalan surat itu disetor ke bapaknya. Malam ini, Najwa setor hafalan surat An-Naba,” bebernya.

Sementara itu, upaya menjaga kualitas suara, Najwa tidak pernah minum es maupun makan pedas. Mardiyah bukan melarang, namun tubuh Najwa tidak cocok mengonsumsinya. Karena itu, apabila ke mana-mana pasti membawa bekal makanan dan minuman sendiri. Apabila makan sembarangan, Najwa bisa sakit. Air diminum Najwa merupakan air dimasak sendiri.

(bj/rij/gas/nae/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news