alexametrics
Minggu, 16 May 2021
radarbojonegoro
Home > Lamongan
icon featured
Lamongan

38 PMI Tunggu Hasil Swab Ulang

04 Mei 2021, 15: 30: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

DIKARANTINA SEMENTARA: PMI yang sudah menjalani swab test di Surabaya, harus menjalani swab test lagi di rusunawa. Jika hasilnya tetap negatif, maka mereka diizinkan pulang untuk isolasi mandiri.

DIKARANTINA SEMENTARA: PMI yang sudah menjalani swab test di Surabaya, harus menjalani swab test lagi di rusunawa. Jika hasilnya tetap negatif, maka mereka diizinkan pulang untuk isolasi mandiri.

Share this      

Radar Lamongan – Sebanyak 38 pekerja migran Indonesia (PMI) asal Lamongan harus menjalani swab ulang kemarin (3/5). Swab ulang itu bagian prosedur sebelum PMI pulang ke rumahnya masing – masing.

Kepala Dinas Kesehatan Lamongan Taufik Hidayat menjelaskan, kedatangan PMI mulai diperketat per 28 April. Mereka yang tiba dari Surabaya langsung dilakukan swab test. Sebanyak 38 PMI itu menjalani swab test Sabtu (1/5). Karena hasilnya negatif, mereka dijemput Satgas Covid-19 Lamongan untuk dibawa ke rusunawa.

Di tempat karantina itu, me reka menjalani swab test lagi. Para pekerja di perantauan luar negeri itu belum diizinkan pulang sebelum hasil tes diterbitkan dan tetap dinyatakan negatif. ‘’Kalau hasil swab provinsi positif. berarti PMI tersebut diisolasi di sana (Surabaya) dan pulang setelah statusnya negative,’’ jelas Taufik.

Baca juga: DPRD Sarankan Hotel GDK Segera Diaktifkan

Menurut dia, bila hasil tes negatif, maka kemungkinan PMI ha nya mengikuti karantina di rusunawa selama tiga hari. Selanjutnya, isolasi mandiri di rumah. “Hasil laporan sementara, semua PMI yang datang masih negatif. Ini menunggu hasil 38 pekerja yang swabnya baru dikirim,” tutur pria yang juga koordinator Bidang Preventif dan Promotif Satgas Covid-19 Kabupaten Lamongan itu.

Taufik menuturkan, 38 PMI itu datang selama dua hari. Hari pertama 26 orang dan kemarin 12 orang. “Rata-rata dari Malaysia karena warga Lamongan terkenal banyak yang merantau di sana,” terangnya.

Seperti diberitakan, kepulangan PMI Lamongan diprediksi sejak Januari. Namun, mulai April jumlah PMI yang pulang membeludak, mencapai 409 orang selama satu bulan. Kepulangan itu diperkirakan bertepatan dengan hari raya Idul Fitri. Taufik mengatakan, PMI yang pulang masih banyak.

Mereka wajib diperketat untuk masuk ke daerah. Apalagi, perkembangan Covid-19 di Indonesia masih tinggi. Dikhawatirkan para pekerja tersebut membawa jenis varian baru Covid-19. Terkait kedatangan pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, Taufik mengaku sudah berkoordinasi dengan desa. Semua tokoh masyarakat, agama, dan perangkat desa diwajibkan kooperatif dalam menanggulangi kemunculan kasus baru.

(bj/yan/rka/nae/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news