alexametrics
Minggu, 16 May 2021
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Datangi Penumpang Bus dan Kereta, Ajak Tidak Mudik

04 Mei 2021, 15: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

COVID BELUM USAI: Sejumlah penumpang bus tiba di Terminal Rajekwesi Bojonegoro. Tim gabungan meminta agar penumpang tak mudik.

COVID BELUM USAI: Sejumlah penumpang bus tiba di Terminal Rajekwesi Bojonegoro. Tim gabungan meminta agar penumpang tak mudik. (BHAGAS DANI PURWOKO/RDR.BJN)

Share this      

Radar Bojonegoro - Mendekati periode larangan mudik Lebaran 2021 yakni 6-17 Mei, tim gabungan gencar mendatangi Terminal Rajekwesi dan Stasiun Bojonegoro. Mengajak penumpang agar tidak mudik Lebaran, karena pandemi Covid-19 belum usai.

Kasatlantas AKP Rizal Nugra Wijaya mengatakan, larangan mudik Lebaran guna mengurangi mobilitas masyarakat. Sehingga, tidak ada lagi klaster-klaster penularan Covid-19 yang baru. Upaya mematuhi larangan mudik merupakan tanggung jawab bersama.

“Kami imbau masyarakat menunda dulu niatnya untuk mudik. Demi kepentingan bersama memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19,” tutur Kasatlantas. Kepala Dinkes Bojonegoro Ani Pujiningrum mengatakan, kebijakan larangan mudik Lebaran pada prinsipnya mencegah penularan Covid-19.

Baca juga: PPDB Tahap Pertama Bersaing, Belum Semua Mengambil PIN

Tentu, berharap masyarakat jangan sampai abai, sebab pandemi belum usai. Selain itu, meski kondisi kasus Covid-19 di Bojonegoro memasuki zona kuning dan trennya terus mengalami penurunan diharapkan kondisi tersebut mampu dipertahankan agar bisa menuju ke zona hijau.

Pihaknya mengimbau agar warga masyarakat tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan Covid-19. “Kami ingin niat untuk mudik itu tidak dilakukan. Itu lebih penting daripada nanti sudah telanjur. Kurangi mobilitas dan tetap disiplin protokol kesehatan. Jangan mudik, sayangi diri dan keluarga,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dishub Andik Sudjarwo menambahkan, bahwa tim gabungan berjaga di tiga titik penyekatan yakni Pos Padangan, Pos Margomulyo, dan Pos Gondang, tetap butuh didukung oleh peran Posko PPKM skala mikro. Sehingga, apabila nantinya ada pemudik kebetulan lolos dari pengawasan pos penyekatan, bisa segera teridentifikasi dan dilakukan skrining secara ketat.

“Upaya dari tim gabungan kabupaten tetap harus didukung tim gugus tugas di tingkat kecamatan, desa, hingga RT. Agar selama periode larangan mudik Lebaran sama-sama saling mengawasi apabila ada pemudik pulang ke Bojonegoro wajib melalui proses skrining ketat,” jelasnya.

(bj/rij/gas/nae/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news