alexametrics
Minggu, 16 May 2021
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

DPRD Sarankan Hotel GDK Segera Diaktifkan

04 Mei 2021, 14: 30: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

MASIH TUTUP: Hotel GDK masih belum beroperasi setelah ditutup sejak pertengahan Januari.

MASIH TUTUP: Hotel GDK masih belum beroperasi setelah ditutup sejak pertengahan Januari. (NURCHOLISH/RDR.BJN)

Share this      

Radar Bojonegoro - Pagar Hotel Griya Dharma Kusuma (GDK) masih tertutup rapat. Lampunya yang menyala ketika malam hanya beberapa. Hotel milik Pemkab Bojonegoro itu belum kembali beroperasi sejak 12 Januari lalu ditutup. Hingga kini belum ada langkah mengaktifkan kembali BUMD yang bergerak bidang perhotelan itu.

DPRD menilai perlu ada suntikan modal untuk menghidupkan kembali Hotel GDK. Upaya peng aktifan kembali terus digulirkan DPRD mengingat lokasinya strategi dan aset daerah. Wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro Sigit Kushariyanto mengatakan, permasalahan dialami GDK cukup rumit. Mulai tunggakan utang hingga tidak jalannya roda usahanya.

Namun, pemkab harus segera mengambil langkah agar bisa membuat Hotel GDK kembali aktif. Ketua Fraksi Golkar itu melanjutkan, langkah pertama bisa diambil dengan membentuk manajemen baru. Pemkab harus melakukan seleksi mengisi posisi direktur. ‘’Tanpa ada manajemen Hotel GDK tidak akan bisa jalan,’’ ungkapnya.

Baca juga: Siswa, Pendidik, dan Sekolah Tunjukkan Prestasi

Setelah ada manajemen, tutur Sigit, bisa dirumuskan langkah langkah mengaktifkan kembali roda bisnisnya. Manajemen baru itu harus menentukan rencana bisnis ke depan. Dari situ bisa diketahui kebutuhannya apa saja. Menurut Sigit, untuk mengaktifkan kembali Hotel GDK tetap diperlukan anggaran. Namun, porsi anggaran dibutuhkan tidak perlu besar. Hanya melakukan renovasi gedung. Sehingga, bisa lebih bagus dan menarik.

‘’Setelah itu biarkan manajemen mengatur langkah bisnisnya,’’ tutur mantan ketua DPRD itu.

Karena itu, lanjut Sigit, pemkab perlu mengalokasikan anggaran untuk Hotel GDK. Sehingga, BUMD perhotelan itu bisa segera hidup lagi. Semakin lama tidak beroperasi, justru akan merugikan GDK. Banyak peralatan dan sarananya rusak. Selama ini tidak ada perawatan. ‘’Tunggakan tagihan listrik da sebagainya juga harus segera dibayar,’’ jelasnya.

Selama beberapa tahun ini Hotel GDK memang tidak bisa setor pendapaan asli daerah (PAD) ke pemkab setempat. Anggota Komisi B DPRD Lasuri menambahkan, DPRD juga sudah merekomendasikan ke pemkab agar segera mengaktifkan Hotel GDK. Sehingga, BUMD itu bisa segera menghasilkan PAD. Namun, untuk mengaktifkan GDK diperlukan rencana cukup matang. ‘’Harus ada rencana bisnis matang,’’ jelasnya.

Menurut Lasuri, rencana menye wakan Hotel GDK ke Pertamina harus direaliasasikan. Itu langkah bisnis bagus di tengah ketidakjelasan GDK. Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alama (SDA) Setda belum memberikan keterangan terkait itu. Saat dihubungi via ponselnya tidak menjawab. 

(bj/rij/zim/nae/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news