alexametrics
Minggu, 16 May 2021
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Jangan Lengah, Kasus Covid-19 Kembali Fluktuatif

29 April 2021, 14: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

TIBA: Penumpang bus turun di Terminal Rajekwesi kemarin sore. Perlu antisipasi dan prokes cegah Covid-19.

TIBA: Penumpang bus turun di Terminal Rajekwesi kemarin sore. Perlu antisipasi dan prokes cegah Covid-19. (NURCHOLISH/RDR.BJN)

Share this      

Radar Bojonegoro - Kasus Covid-19 di wilayah Bojonegoro belum turun. Akhir-akhir ini, jumlahnya cenderung fluktuatif. Tentu, masyarakat diminta waspada dan menjaga diri dengan protokol kesehatan (prokes) mengingat sebentar lagi Lebaran. Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Perce patan Penanganan Covid-19 Bojonegoro Masirin mengimbau kepada masyarakat agar jangan lengah.

Protokol kesehatan (prokes) Covid-19 harus tetap dipatuhi supaya tidak ada lagi klaster penularan baru. Masirin menerangkan, bahwa jumlah kasus aktif Covid-19 di Bojonegoro sempat mencapai angka 12 kasus aktif pada 12 April lalu. Namun, selanjutnya kasus tidak lagi turun, justru stagnan hingga 15 April.

Selanjutnya, jumlah kasus aktif Covid-19 kembali naik turun dan selama 26-18 April jumlah kasus aktif naik menjadi 16 kasus. “Tren kasus Covid-19 masih fluktuatif lagi, belum menunjukkan tren penurunan,” tutur Masirin. 

Baca juga: Seminggu, Tiga Ular Masuk Permukiman

Adapun status wilayah Bojonegoro di tingkat Provinsi Jawa Timur masih zona kuning (risiko rendah). Selain itu, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro jilid enam juga berlaku sejak 20 April hingga 3 Mei mendatang. Aturan pembatasan tidak berbeda dengan PPKM skala mikro jilid lima dan empat.

Berdasar Instruksi Mendagri Nomor 9 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Skala Mikro, kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan secara daring dan luring. Kegiatan makan di tempat restoran atau kafe tetap dibatasi 50 persen, sisanya bisa gunakan layanan pesan antar. Pusat perbelanjaan atau mal dibatasi tutup pukul 21.00.

“Kegiatan seni, sosial, dan budaya yang dapat menimbulkan kerumunan diizinkan dibuka maksimal 25 persen dengan penerapan prokes lebih ketat,” bebernya. Perlu diketahui, jumlah kumu latif Covid-19 per 28 April sebanyak 2.513 kasus. Rinciannya, 16 kasus aktif, 136 meninggal dunia, dan 2.361 dinyatakan sembuh.

(bj/gas/rij/nae/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news