alexametrics
Selasa, 15 Jun 2021
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Seminggu, Tiga Ular Masuk Permukiman

29 April 2021, 13: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

ANTISIPASI: Petugas BPBD saat evakuasi ular sanca di Banjarejo. Seminggu ini ada laporan ular masuk permukiman warga.

ANTISIPASI: Petugas BPBD saat evakuasi ular sanca di Banjarejo. Seminggu ini ada laporan ular masuk permukiman warga.

Share this      

Radar Bojonegoro - Selama sepekan ini ada tiga laporan ular masuk permukiman yang diterima Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Bojonegoro. Ular yang ditangkap jenis welang dan sanca.

Sebelumnya, laporan terakhir terkait ular masuk permukiman pada 11 Februari lalu. Sehingga, diperkirakan dalam rentang waktu dua bulan itu ular berkembang biak. Masyarakat diminta melapor jika terdapat teror ular masuk permukiman. Termasuk dipastikan ular tidak takut dengan garam.

Kepala Bidang (Kabid) Penyelematan dan Pemadaman Dinas Damkar Bojonegoro Ahmad Adi Winarto menyampaikan, bahwa selama sepekan ini ada tiga laporan ular masuk permukiman. Sekitar pukul 06.54 kemarin (28/4), tim damkar mengevakuasi ular welang (bungarus fasciatus) di halaman rumah milik Antok, 33, warga Desa Ngampel, Kecamatan Kapas. Ular welang dievakuasi sepanjang 150 meter. Ular welang merupakan jenis ular berbisa tinggi. “Dua personel yang mengevakuasi ular welang tersebut,” katanya kemarin.

Baca juga: Purwanto, Kepala Desa Pernah Bertugas Kru KRI Nanggala-402

Sebelumnya, Selasa lalu (20/4) mengevakuasi dua ekor ular di Jalan Serma Maun, Kelurahan Banjarejo dan Desa Mulyoagung, Kecamatan Balen. Adapun jenis ular yang dievakuasi di Jalan Serma Maun ialah sanca batik. Ular bernama latin phyton reticulatus itu sepanjang enam meter. Ular tersebut dievakuasi saat berada di dalam drainase.

Tim damkar mengevakuasi ular jenis sanca bodo (phyton bivittatus) di Desa Mulyoagung, Kecamatan Balen. Ular sepanjang 2,5 meter dievakuasi di dalam rumah milik Suyono. “Evakuasi berjalan lancar, tidak ada korban luka-luka atau korban jiwa,” jelas Adi.

Selanjutnya, ular telah dievakuasi itu ada yang diberikan ke komunitas pecinta reptil atau dibuang di hutan maupun sawah yang jauh dengan permukiman. Tim damkar pun kerap mengimbau agar tidak membunuh ular. Guna menjaga ekosistem. “Kami imbau agar masyarakat segera melaporkan ke damkar apabila menemukan ular masuk permukiman,” jelasnya.

Apalagi tanpa menggunakan alat pelindung diri, tentu berbahaya bagi masyarakat ketika hendak mengevakuasi sendiri ular-ular berbisa. Beberapa hal perlu dilakukan agar terhindar dari ular, pemilik rumah harus rajin membersihkan ruang-ruang jarang terpakai. Karena ular biasanya bersembunyi di sudut sudut ruangan. “Selain itu, perlu diketahui juga bahwa ular tidak takut dengan garam,” kata Adi.

(bj/rij/gas/nae/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news