alexametrics
Minggu, 16 May 2021
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Purwanto, Kepala Desa Pernah Bertugas Kru KRI Nanggala-402

21 Tahun Bertugas di KRI Nanggala

28 April 2021, 17: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

Purwanto, Kepala Desa Pernah Bertugas Kru KRI Nanggala-402

Share this      

Tenggelamnya KRI Nanggala-402 menjadi duka mendalam seluruh masyarakat Indonesia. Itu juga dirasakan Purwanto, Kepala Desa Ngampel, Kapas. Pria paro baya itu pernah 21 tahun bertugas di kapal selam itu.

M. NURKOZIM, Radar Bojonegoro

Masih segar dalam ingatan Purwanto selama bertugas di kapal selam KRI Nanggala 402. Tidak hanya saat patroli keliling perairan Indonesia, Purwanto pernah ikut menjamput kapal itu di Korea Selatan (Korsel). Tepatnya pada 2012 lalu saat KRI Nanggala 402 dilakukan perbaikan di Negeri Ginseng itu.

Baca juga: Korupsi Dana Desa dan BUMDes, Divonis Satu Tahun Penjara

‘’Berangkatnya saya tidak ikut. Tapi, saat membawa kembali ke Surabaya saya ikut,’’ tutur pria 47 tahun itu.

Perjalanan dari Korea Selatan ke Surabaya memakan waktu selama 17 hari. Itu adalah perjalanan dengan KRI Nanggala-402 terlama yang dia lakukan sejak bertugas pada 1998 silam. Selama perjalanan, kapal selam dengan panjang 60 meter dan lebar 6 meter itu tidak menyelam penuh. Hanya terapung sebagian badannya.

Itu karena perjalanan dari Korea Selatan ke Surabaya harus melintasi banyak negara. Saat melintas itu kapal harus terlihat. ‘’Kalau tidak terlihat justru bahaya. Bisa ditembak ketika masuk perbatasan negara lain,’’ jelas Purwanto saat ditemui di Balai Desa Ngampel kemarin (26/4).

Setelah diperbaiki di Korea Selatan itu, kemampuan kapal semakin baik. Baterainya diganti baru. Sehingga, membuat kapal dengan tinggi 5,5 meter itu semakin tangguh. Saat menyelam, kapal selam banyak menggunakan energi baterai. Namun, saat terapung dia menggunakan energi diesel.

Purwanto masuk TNI AL sejak 1996. Dua tahun kemudian dia mulai bertugas di kapal selam. Hingga akhirnya Purwanto mengajukan pensiun dini pada 2019 lalu.

Selama menjadi TNI AL, kebanyakan bertugas di kapal selam KRI Nanggala-402. Pangkat terakhirnya pembantu letnan satu (peltu). Karena itu, Purwanto begitu hafal bagian-bagian dan ruang ruang di dalam kapal produksi Jerman itu.

Di bagian depan adalah ruang torpedo. Ada ruang istirahat, ruang makan, ruang monitor dan komunikasi, dan ruang tidur. Purwanto bertugas di ruang monitor bagian sandi.

Purwanto menceritakan bagaimana sulitnya menerjemahkan perintah perintah melalui sandi. Pesan atau perintah dari Panglima TNI banyak dikirim melalui sandi morse. ‘’Selain komandan tidak ada yang boleh masuk ruang sandi. Jadi, ruang ini sangat eksklusif,’’ ujarnya.

Tugas di KRI Nanggala-402 adalah patroli keliling wilayah Indonesia. Kali pertama bertugas dia dikirim ke Papua. Yakni, memantau perairan di Pulau Cenderawasih itu. Kemudian berlanjut lagi perairan di provinsi lain.

Saat tidak sedang digunakan, KRI Nanggala 402 hanya dipanasi saja. Bagian-bagian dalamnya tetap dirawat. Namun, hampir setiap bulan KRI Nanggala-402 selalu bertugas. ‘’Dulu saat masuk kesatuan, hanya ada dua kapal selam. Kalau saat ini sudah banyak,’’ jelasnya.

Pada 2019, Purwanto mengajukan pensiun dini. Dia mencalonkan diri sebagai kepala desa. Meski demikian, bertugas selama 22 tahun di KRI Nanggala-402 menjadi pengalaman tidak terlupakan bagi Purwanto. Kabar tenggelamnya KRI Nanggala membuat Purwanto bersedih. Kapal selam seberat 1,3 ton itu seakan-akan sudah menjadi bagian hidupnya. 

(bj/rij/zim/nae/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news