alexametrics
Minggu, 16 May 2021
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Harus Berbenah, Arsip Daerah Belum Tertata

Berada di Urutan 36 se Jatim

28 April 2021, 15: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

DOKUMEN: Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kamidin melihat ragam dokumen disimpan di kardus karton.

DOKUMEN: Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kamidin melihat ragam dokumen disimpan di kardus karton. (NURKOZIM/RDR.BJN)

Share this      

Radar Bojonegoro - Penyimpanan arsip daerah perlu mendapatkan perhatian serius. Belum adanya regulasi dan tempat penyimpanan yang memadai, membuat arsip belum tertata dengan baik.

Bahkan, sebagian arsip penting masih tercecer di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD). Salah satunya arsip dokumen perjanjian kerja sama terkait pem bangunan Pasar Kota.

Saat itu, pembangunan pasar melibat kan investor atau pihak ketiga yang mem bangun. Dan pedagang membeli stan kepada investor. Namun, dokumen penting itu kini sulit ditemukan saat DPRD dan pedagang membutuhkan.

Baca juga: Antre dan Bergantian Melintas Jembatan Glendeng

Belum tertatanya arsip itu, membuat kearsipan Bojonegoro masih berada di urutan bawah. Berdasar surat Kepala Arsip Nasional pada 1 Februari 2021 memastikan Kabupaten Bojonegoro berada di peringkat 36 dari 38 kabupaten/kota lain di Jawa Timur.

Kasi Penataan Dokumen Dinas Perpustakaan dan Arsip Bojonegoro Dian Asih menjelaskan, hingga kini pihaknya belum memiliki regulasi mengatur arsip. Yakni, peraturan bupati (perbup). Hal itu membuat penataan arsip tidak bisa diklasifikasi berdasar jenisnya. Misalnya, dokumen surat, dokumen pengadaan, perencanaan, hingga gaji belum bisa diklasifikasi dengan baik. ‘’Untuk mengklasifikasi arsip itu diperlukan regulasi mengatur khusus tentang itu,’’ katanya ditemui Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Kemudian, juga perlu regulasi tentang jadwal retensi arsip. Retensi arsip itu sangat dibutuhkan. Sebab, sejumlah arsip penting masih ada di masing-masing OPD. Padahal, sejumlah arsip itu harus diamankan di dinas perpustakaan dan arsip. Sedangkan arsip yang tidak begitu penting harus dimusnahkan. Misalnya seperti undangan atau dokumen perjalanan dinas tidak begitu urgen. ‘’Kalau tidak dimusnahkan akan menumpuk. Jadi, harus diklasifikasikan,’’ jelasnya.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Bojonegoro Kamidin menambahkan, penataan arsip juga membutuhkan tempat yang memadai. Saat ini ruang penyimpanan arsip hanya memiliki dua ruangan dan kurang memadai. Kondisi itu membuat arsip-arsip itu rawan rusak.

Kamidin menlanjutkan, penyimpanan arsip membutuhkan depo arsip. Yakni, ruangan dikondisikan cocok untuk penyimpanan arsip. Mulai suhu ruangan hingga tempat penyimpanan memadai. Tanpa itu, arsip-arsip yang tersimpan bisa rusak. ‘’Apalagi kalau tempat penyimpanan itu terjadi kebocoran,’’ tuturnya.

Dinas Perpustakaan dan Arsip sudah memiliki sejumlah lemari penyimpanan sesuai. Namun, jumlahnya masih kurang banyak. Sehingga, banyak arsip-arsip tersimpan seadanya di box karton. Hal itu membuat arsip-arsip itu rawan rusak. ‘’Kami membutuhkkan lemari penyimpanan khusus lebih banyak,’’ jelasnya.

Kamidin mengakui, peringkat kearsipan Bojonegoto di Jatim tidak memuaskan sama sekali. Sebab, masih banyak kekura ngannya. Meski demikian, pihaknya akan berupaya agar berbagai kekurangan itu segara teratasi.

Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Sukur Priyanto belum mengetahui permasalahan itu. Pihaknya akan meninjau langsung kondisi kearsipan itu. Sehingga, bisa mengetahui kondisinya. ‘’Nanti akan kami tinjau,’’ janjinya.

Dia berharap, pemkab memprioritaskan penyimpanan dan perawatan arsip itu. Dokumendokumen itu bisa dibutuhkan di masa mendatang.

(bj/rij/zim/nae/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news