alexametrics
Minggu, 16 May 2021
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

2.105 Perusahaan Didesak Bayar THR

Pandemi Bukan Alasan Tak Mencairkan Tunjangan

27 April 2021, 15: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

2.105 Perusahaan Didesak Bayar THR

Share this      

Radar Bojonegoro - Sebanyak 2.105 perusahaan di Bojonegoro harus bersiap mencairkan tunjangan hari raya (THR). Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro meminta perusahaan segera mencairkannya.

Sebab, batas waktu pemberian THR kian dekat, yakni H-7 Lebaran. Meski demikian, disperinaker membuka kesempatan pada perusahaan mengajukan kompensasi pembayaran THR. Atau penangguhan. Namun, disperinaker akan mengecek kebenaran kondisi perusahaan. Karena pemberian THR menjadi wajib bagi perusahaan.

Kabid Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disperinaker Slamet mengatakan, perusahaan memang diberikan waktu untuk mengajukan kompensasi pembyaraan THR. Namun, tidak semua perusahaan diizinkan melakukannya. Disperinaker tetap harus melihat kondisi keuangan perusahaan untuk mengabulkan permintaan itu. Jika keuangan perusahaan bagus, perusahaan tidak boleh mengajukan kompensasi atau penangguhan.

Baca juga: Curva Boys Minta Mes Pemain Persela Diperhatikan

‘’Yang boleh adalah perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan,’’ tutur pria asli Dander itu. Slamet menjelaskan, sudah memberikan imbauan secara tertulis pada perusahaanperusahan di Bojonegoro agar segera membayarkan THR. Pembayaran THR paling lambat adalah H-7 Lebaran. Sehingga, minggu ini THR sudah bisa diberikan pada karyawan. ‘’Hingga detik ini belum ada yang mengajukan keberatan. Semoga saja tidak ada yang keberatan,’’ jelasnya.

Menurut Slamet, sebelum mengajukan keberatan ke disnaker, yang harus dilakukan perusahaan adalah menyampaikan ke karyawan. Sehingga, tidak terjadi gaduh di perusahaan. Jumlah perusahaan di Bojonegoro ada 2.105. Itu adalah perusahaan aktif terdata disperinaker. Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro Mochlasin Afan meminta perusahaan tetap memberikan THR penuh pada karyawan. Jangan sampai alasan pandemi menjadi alasan karyawan tidak membayar THR tahun ini.

‘’Kita tahu situasi sulit. Tapi, THR tetap harus diberikan,’’ jelasnya. Afan yakin, masifnya pelaksanaan vaksinasi akan membuat ekonomi di Bojonegoro kembali bergeliat. Sehingga, perekonomian akan kembali tumbuh. Perusahaan juga kembali mendapatkan keuntungan. ‘’Saya yakin kondisi perekonomian akan semakin membaik,’’ jelasnya.

(bj/rij/zim/nae/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news