alexametrics
Minggu, 16 May 2021
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Masih Ada 11 Ribu Rumah Tak Layak Huni, Target Tuntas di 2023

27 April 2021, 12: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

Masih Ada 11 Ribu Rumah Tak Layak Huni, Target Tuntas di 2023

Share this      

Radar Bojonegoro - Jumlah rumah tidak layak huni (RTLH) di Bojonegoro masih cukup banyak. Dinas Perumahan Kawasan Per mukiman dan Cipta Karya (PKPCK) Bojonegoro mencatat masih ada 11 ribu unit RTLH yang belum diperbaiki. Jumlah itu ditargetkan tuntas hingga 2023 mendatang.

Kabid Pertanahan, Pemakaman, Perumahan, dan Kawasan Pemukiman DPKPCK Bojonegoro Zamroni mengatakan, hingga 2023 mendatang pemkab menargetkan perbaikan pada 22.582 unit RTLH. Dari jumlah itu baru separonya yang sudah diperbaiki. Sehingga, masih menyisakan 11 ribu unit rumah perlu diperbaiki. ‘’Sisanya itu yang kami targetkan tuntas 2023 mendatang,’’ jelasnya.

Jumlah RTLH akan diperbaiki kerap mengalami perubahan. Terutama ada calon penerima rehab yang mundur. Mereka berubah pikiran dan mem batalkannya. Biasanya mereka ingin membangunnya sendiri. ‘’Ini sering terjadi. Jadi, jumlahnya sering berubah,’’ tuturnya.

Baca juga: Peringatan Kartini dan HUT ke-21 IWABRI, BRI Tuban Peduli dan Berbagi

Mereka yang menerima bantuan RTLH adalah warga miskin atau kurang mampu. Mereka diusulkan kepala desa setempat. Perbaikan RTLH dilakukan pada tiga titik. Yakni, atap, lantai, dan dinding (aladin). Anggaran disediakan untuk setiap rumah adalah Rp 20 juta. Ada dua tipe RTLH. Yakni, bedah rumah dan membuat baru.

Masyarakat yang memiliki lahan biasanya suka membuat baru. Sedangkan yang tidak memiliki lahan memilih untuk membedah rumahnya. Tahun ini jumlah RTLH akan dibedah dan dibangun mencapai 3.927 unit. Jumlah itu tersebar di 325 desa di 28 kecamatan. Zamroni menjelaskan, tahun ini tidak semua desa mengajukan perbaikan RTLH. Sebagian besar sudah diperbaiki tahun ini. ‘’Bergantian. Perbaikan RTLH ini sudah merata di semua desa,’’ jelasnya.

Kepala Dinas PKPCK Adie Witjaksono menambahkan, penerima rehab RTLH yang mengundurkan diri bisa diganti. Bantuan rehab bisa dialihkan ke masyarakat lain di desa itu. ‘’Bisa dialihkan ke masyarakat lain. Jadi, jumlahnya tidak berkurang,’’ jelasnya. Adie menargetkan RTLH itu tuntas hingga 2023 mendatang. Karena itu, jumlahnya tidak boleh mengalami penurunan.

(bj/rij/zim/nae/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news