alexametrics
Minggu, 16 May 2021
radarbojonegoro
Home > Lamongan
icon featured
Lamongan

Razia Gabungan, 16 Pemandu Lagu Diciduk Satpol PP

26 April 2021, 11: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

NEKAD MELANGGAR : Para pramusaji yang terjaring razia di Babat sedang diperiksa di Kantor Satpol PP Lamongan.

NEKAD MELANGGAR : Para pramusaji yang terjaring razia di Babat sedang diperiksa di Kantor Satpol PP Lamongan. (GAMAL A/RDR.LMG)

Share this      

Radar Lamongan – Meski hiburan malam di Lamongan dilarang beraktivitas selama bulan puasa Ramadan, ternyata masih ada yang membangkang. Terbukti, sebanyak 16 pramusaji berhasil diamankan petugas Satpol PP Kota Soto tersebut Sabtu malam lalu (24/4). Mereka terjaring dari Kafe Kembang Jati Babat, yang lokasinya di Jalan Raya Babat-Lamongan.

‘’Tak hanya mengamankan pramusaji (pemandu lagu), tetapi juga menyita minuman bir. Semuanya kami bawa ke kantor Satpol PP,’’ kata Kasi Operasi dan Pengendalian Satpol PP Lamongan, Umar Said kemarin (25/4).

Dia mengungkapkan, 16 pramusaji yang diamankan itu tidak hanya dari Lamongan, juga berasal dari berbagai daerah. Yakni, Tuban, Pasuruan, Surabaya, dan Mojokerto. Sedangkan minuman bir yang diamankan, terdiri dari 16 botol bis bintang dan 45 botol bir guiness. Pemilik kafe juga ikut diamankan.

Baca juga: Menciptakan Banyak Taman dari Ruang Kosong Nan Gersang

‘’Mereka yang terjaring tersebut diminta membuat surat pernyataan bermeterai untuk tidak melanggar perda di Lamongan. Mereka selanjutnya dikirim ke Dinas Sosial untuk pembinaan,’’ ungkapnya.

Menurut dia, operasi tersebut dilakukan setelah adanya laporan warga kalau di kafe tersebut tetap buka meski memasuki bulan puasa Ramadan. Termasuk dilaporkan adanya pramusaji dan minuman keras. Selanjutnya sejumlah personil Satpol PP bergerak melakukan razia gabungan bersama Garnisun. ‘’Ternyata laporan tersebut benar, sehingga dilakukan penindakan,’’ terangnya.

Kabid Penegakan Hukum Satpol PP Lamongan, Safari mengatakan, kafe yang masih melakukan aktivitas selama bulan Ramadan jelas melanggar. Sebab, sudah ada larangan semua hiburan malam selama Ramadan. ‘’Selama Ramadan, hiburan malam harus tutup,’’ tandasnya.

Dia menambahkan, pemilik kafe sudah diberi surat panggilan untuk diperiksa di Kantor Satpol PP. Tidak menutup kemungkinan bisa dijerat sangsi tipiring, tergantung hakim dalam persidangan. ‘’Pemilik cafe dipanggil ke kantor besok (hari ini, Red). Apakah diarahkan ke pengadilan atau penutupan langsung ke lokasi, menunggu pimpinan untuk dikaji lebih lanjut,’’ terangnya.

(bj/feb/mal/nae/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news