alexametrics
Minggu, 16 May 2021
radarbojonegoro
Home > Lamongan
icon featured
Lamongan

Aturan Terbaru, Larangan Mudik Lebih Lama

Polres Juga Pantau Jalan Tikus

23 April 2021, 12: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

AWASI PERGERAKAN KENDARAAN: Jalan perbatasan antarkabupaten menjadi perhatian Polres Lamongan untuk memantau kemungkinan adanya arus mudik.

AWASI PERGERAKAN KENDARAAN: Jalan perbatasan antarkabupaten menjadi perhatian Polres Lamongan untuk memantau kemungkinan adanya arus mudik. (ANJAR DWI P/RDR.LMG)

Share this      

Radar Lamongan - Pemerintah memperbarui waktu larangan mudik. Jika semula waktunya 6 - 17 Mei, maka aturan terbaru diubah mulai kemarin (22/4) hingga 24 Mei mendatang. Aturan tersebut disampaikan melalui adendum surat edaran (SE) Satgas Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021.

‘’Iya memang benar ada perpanjangan. Kami sudah menerima adendum SE dari pusat,’’ tutur Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lamongan A Farikh kepada Jawa Pos Radar Lamongan. 

Dalam adendum SE tersebut menyebutkan dilakukan pengetatan pelaku persyaratan perjalanan dalam negeri PPDN) selama H-14 peniadaan mudik hingga 24 Mei mendatang.  ‘’Tentu kami di daerah akan mengikuti apa yang menjadi aturan dari pusat,’’ terang Farikh. 

Baca juga: Proyek Rehab 122 Rumah Tak Layak Huni Dikucuri Dana Rp 2,44 M

Selain itu, pelaku perjalanan moda transportasi darat, udara, dan laut wajib menyertakan hasil swab antigen satu kali 24 jam sebelum pemeberangkatan, atau GeNose c19 sebelum keberangkatan. Perpanjangan larangan mudik ini untuk menekan mobilisasi masyarakat.  ‘’Tujuannya untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19,’’ ucap Farikh. 

Sementara itu, Unit Lantas Polres Lamongan mempersiapkan teknis aturan larangan mudik berdasarkan peraturan pusat.  ‘’Jadi kita nanti masih ada rakor ke instansi kaitannya perubahan aturan tersebut,’’ terang KBO Lantas Polres Lamongan Iptu Asyik. 

Dia mengatakan, pihaknya juga gencar menberikan edukasi kepada masyarakat untuk bersamasama mencegah penyebaran covid-19. ‘’Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap berada di rumah,’’ katanya.

Polres Lamongan memastikan ada empat titik penyekatan. Yakni di Kecamatan Deket dan perbatasan dengan Kecamatan Panceng, Gresik. Juga, jalur Lamongan – Mojokerto dan jalur Lamongan - Jombang.  ‘’Ini tadi kita sudah melakukan rapat koordinasi (rakor) terkait teknis penjagaan di titik penyekatan,’’ tutur Iptu Asyik. Banyaknya jalan tikus di luar titik penyekatan juga bakal ikut dipantau. ‘’Kita juga akan intens patroli di sana (di jalan tikus),’’ imbuhnya. 

Menurut dia, tujuan utama dari penyekatan untuk menghambat mobilisasi masyarakat guna mencegah penularan covid-19. Asyik mengatakan, petugas akan memaksimalkan pengawasan di titik-titik yang dinilai berpotensi menjadi jalan tikus. Peran masyarakat juga dibutuhkan untuk memberikan informasi kepada petugas. 

‘’Apabila ada yang melintas akan dikembalikan,’’ janji Asyik.  Ketika banyak pemudik yang memilih jalur tikus, maka akan menimbulkan kemacetan baru. ‘’Memang potensi itu harus kita antisipasi. Tentu akan menjadi perhatian,’’ ucap Kanit Turjawali Polres Lamongan Ipda Fifin.

(bj/yan/ind/nae/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news