alexametrics
Minggu, 16 May 2021
radarbojonegoro
Home > Lamongan
icon featured
Lamongan

Hilal Berpotensi Terlihat di Tanjung Kodok Lamongan

12 April 2021, 13: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

SIAP SAMBUT RAMADAN : Takmir Masjir Namira Lamongan mempersiapkan berbagai fasilitas ibadah menyambut Ramadan tahun ini.

SIAP SAMBUT RAMADAN : Takmir Masjir Namira Lamongan mempersiapkan berbagai fasilitas ibadah menyambut Ramadan tahun ini. (ANJAR DWI P/RDR.LMG)

Share this      

Radar Lamongan - Badan Hisab Rukyat (BHR) Kabupaten Lamongan akan menggelar rukyatul hilal di Tanjung Kodok Paciran hari ini (12/4). Kegiatan itu untuk menentukan tanggal awal bulan Ramadan. Menurut Wakil Ketua BHR Lamongan, M. Khoirul Anam, seperti tahun lalu, peserta rukyatul hilal kali ini dibatasi maksimal 40 orang dari berbagai unsur. ‘’Meskipun cuaca diprediksi akan turun hujan di wilayah Paciran, hilal berpotensi terlihat,’’ ujarnya kemarin (11/4).

Dia menjelaskan, pemerintah menggunakan sistem hisab dan rukyat untuk menentukan awal bulan Ramadan. Berdasarkan hasil hisab yang dilakukan pihaknya beberapa waktu lalu, posisi tinggi hilal di Tanjung Kodok sekitar 3,5 derajat. ‘’Probabilitas (hilal) terlihat sangat tinggi. Di bagian barat hampir empat derajat. Kita tim teknis ahli juga sudah cek prakiraan cuaca besok (hari ini, Red),’’ ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Berdasarkan data dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), Anam menyebut, antara pagi hingga siang hari ada kemungkinan hujan turun di wilayah Paciran sebanyak 70 persen. Jika hujan turun pada saat yang diprediksikan, ketika pengamatan mulai berlangsung hilal bisa terlihat jelas. ‘’Biasanya kalau pagi atau siangnya hujan, hilal akan semakin yakin terlihat,’’ tukasnya.

Baca juga: Gus Menteri Bersama Istri Ziarah Wali

Menurut dia, hari ini hujan deras diprediksi turun sekitar pukul 13.00 – 16.00. Setelah hujan reda, diperkirakan cuacanya cerah dan uap air akan hilang. Sehingga pandangan hilal akan terlihat jelas. ‘’Ketinggiannya lumayan, makanya kita optimistis (melihat hilal),’’ paparnya.

Dia menjelaskan, bagi pihakpihak yang berhasil melihat hilal, akan disumpah oleh hakim dari Pengadilan Agama (PA) Lamongan. Kemudian hasil observasi di bawah sumpah itu yang akan dikirim ke sidang isbat. ‘’Kemunculan hilal hanya beberapa detik. Saat kedip sebentar sudah hilang. Melihat hilal butuh keahlian dan kebiasaan,’’ terangnya.

Selain menyaksikan hilal dari Tanjung Kodok, pria yang juga Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kemenag Lamongan ini mengatakan, biasanya ada sekelompok pegiat ilmu falak yang melakukan rukyatul hilal di lokasi lain. ‘’Ada yang langsung lihat ke laut bawa perahu. Biasanya penduduk sekitar Paciran atau santri pondok Sunan Drajat karena sudah terbiasa. Tapi sampai saat ini belum ada yang konfirmasi,’’ tukasnya.

(bj/feb/din/nae/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news