alexametrics
Minggu, 16 May 2021
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Tradisi Megengan Masih Lestari, Dongkrak Daya Beli

10 April 2021, 17: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

Tradisi Megengan Masih Lestari, Dongkrak Daya Beli

(AINUR OCHIEM/RDR.BJN)

Share this      

Radar Bojonegoro - Jamaah Salat Magrib usai pulang dari musala. Temaram pun mulai berganti petang. Para lelaki bersarung beranjak memasuki salah satu rumah di Desa/Kecamatan Balen, tadi malam (9/4). Memakai baju koko dan berkopiah, mereka bersiap menjalani tradisi megengan di salah satu rumah warga.

Tradisi megengan ini tetap lestari dan berlangsung menjelang puasa Ramadan. Diawali dengan doa bersama dan ada ceramah singkat menyambut puasa Ramadan. Diakhiri makan bersama dan pulang membawa berkat. Tradisi ini memicu perputaran ekonomi.

Daya beli di pasar meningkat saat tradisi megengan ini. Ketua Ranting Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Balen M. Amin Thohari menuturkan, tradisi megengan menjadi sarana berkumpulnya warga. Acara dimulai dengan pengajian singkat tentang hikmah Ramadan. Dilanjutkan dengan kirim doa kepada para leluhur. Dilanjutkan doa bersama dipimpin kiai kampung setempat. “Setelah doa biasanya makan bareng dan pulang dapat berkat,” katanya kemarin.

Baca juga: Pengetatan, GeNose Hanya Berlaku Satu Hari

Menurut Amin, warga di desa menggelar megengan cenderung digilir dari rumah ke rumah. Sebagian kampung ada yang menggelarnya dijadikan satu di musala atau masjid terdekat. Sebagai rangkaiannya, warga juga ziarah ke makam orang tua dan leluhurnya.

Tradisi itu sebagai bentuk menghormati berbakti kepada orang tua yang sudah menduhuluinya. “Ziarah kubur juga mengingatkan kami akan kematian setiap manusia,” imbuh Ketua Remaja Masjid Alfalah Balen itu Suwarno sastrawan sekaligus budayawan asal Bojonegoro mengatakan, tradisi Megengan hingga saat ini masih lestari di kawasan perdesaan maupun perkotaan.

Filosofi tradisi Megengan itu dari kata dasar “megeng” yang bermakna menahan. Yakni, menahan diri dari hawa nafsu menyambut bulan suci Ramadan. Biasanya rangkaian Megengan diikuti dengan kegiatan ziarah ke makam para leluhur dan kirim doa. Di dalam tradisi Megengan biasanya identik berkumpul antartetangga makan bersama di balai desa atau musala.

Namun, di beberapa wilayah juga ada yang menggunakan cara saling mengirim makanan berupa berkat atau bancakan antartetangga. “Kudapan yang selalu ada saat Megengan ialah apem. Lalu digabung dengan berkat berisi ayam, telur, dan sebagainya,” ujar Nono sapaan akrabnya.

Apem itu sendiri banyak mengartikan sebagai simbol permintaan maaf. Karena apem merujuk dari dari bahasa Arab yakni afuan. Menurutnya, tradisi Megengan dari sisi ekonomi tentunya mendongkrak daya beli. Sedangkan dari sisi sosial, pasti meningkatkan rasa persaudaraan dan kekeluargaan antarmasyarakat.

“Ada banyak nilai positif dari tradisi Megengan. Daya beli masyarakat naik sekaligus persaudaraan antarmasyarakat semakin erat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bojonegoro Moch Rudianto pun membenarkan, bahwa setiap momen jelang Ramadan pasti daya beli masyarakat meningkat.

Setidaknya, naiknya daya beli masyarakat dua hingga enam hari awal bulan Ramadan. Sehingga, akibatnya beberapa komoditas mengalami kenaikan harga karena kebutuhan naik. “Kebutuhan daging ayam, daging sapi, dan beras akan naik sekitar dua hari awal Ramadan. Sedangkan kebutuhan cabai, bawang, gula, dan minyak goreng naik sekitar tiga hari. Kemudian kebutuhan telur ayam naik sekitar enam hari,” jelasnya.

Perlu diketahui, berdasar dari data sistem informasi ketersediaan dan harga bahan pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur, harga daging ayam potong sekitar Rp 41 ribu per kilogram, daging ayam kampung Rp 63 ribu per kilogram, dan daging sapi Rp 100 ribu per kilogram.

Harga telur ayam pun mengalami kenaikan, sebelumnya Rp 20 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp 23 ribu per kilogram. Sementara, harga cabai rawit Rp 64 ribu per kilogram, cabai keriting Rp 45 ribu, dan cabai biasa Rp 43 ribu.

(bj/rij/msu/gas/nae/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news