alexametrics
Minggu, 16 May 2021
radarbojonegoro
Home > Tuban
icon featured
Tuban

Masih Lestari, Pembuat Ampo di Tuban

10 April 2021, 12: 30: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

TAK TERGERUS ZAMAN: Rasimah memotong tipis-tipis gumpalan tanah liat menjadi gulungan.

TAK TERGERUS ZAMAN: Rasimah memotong tipis-tipis gumpalan tanah liat menjadi gulungan. (DIKA SURYA RACHMAWATI/RDR.TBN)

Share this      

Radar Tuban - Ampo atau penganan dari tanah yang diproduksi turun-temurun warga di Dusun Traulan, Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding sampai kini masih lestari. Rasimah adalah satu-satunya pembuat ampo yang masih bertahan di tengah gerusan zaman.

Dia adalah generasi keempat pembuat penganan yang dianggap masyarakat umum tak lazim tersebut. ‘’Sehari bisa membuat hingga 15 kilogram,’’ ujar perempuan 70 tahun itu ketika diwawancarai Jawa Pos Radar Tuban.

Rasimah mengatakan, setelah dirinya tiada, Sarpik, 45, anak pertamanya yang akan meneruskan usaha membuat penganan dari gulungan tanah yang dibakar setengah matang tersebut. Sarpik siap melanjutkan tongkat es ta fet pembuat ampo di Traulan.

Baca juga: Disdik Ajukan 20 Sekolah Tatap Muka, Cabdin Semuanya

Sejak kecil, dia sudah diajak memproduksi dan mewarisi ilmu kuno membuat ampo. Rasimah menuturkan, penjualan ampo sejak dulu tak berubah. Yakni di pasar tradisional. Salah satunya Pasar Baru Tuban. Sekali waktu, pesanan diterima dari pedagang Pasar Bojonegoro. Per kilogramnya, ampo dijual dengan harga Rp 10 ribu.

Untuk mendapatkan tanah untuk bahan baku membuat ampo, nenek lima anak ini mengaku tak kesulitan. Di desanya tanah liat cukup melimpah. Rasimah menuturkan, tanah liat yang dipilih untuk membuat ampo tidak sembarangan. Tanah harus bersih. Tidak boleh ada gumpalan kerikil sedikit pun.

Untuk memproduksi sangat mudah. Wartawan koran ini yang menunggui, melihat Rasimah mengolah segumpal tanah hingga benar-benar padat. Setelah itu, dengan sebilah bambu, dia memotong tipis tipis gumpalan tanah liat tersebut menjadi gulungan. Setelah itu, tanah gulung tersebut dipanggang.

Ampo merupakan penganan tradisional yang dikonsumsi sejumlah masyarakat di Tuban untuk camilan. Sebagian mengonsumsi untuk obat. Antara lain, mengobati gatal-gatal dan sakit panas. Entah, apa kandungan dalam tanah ini, sehingga dipercaya sebagian masyarakat bisa mengobati penyakit tertentu. (dik)

(bj/ds/nae/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news