alexametrics
Minggu, 16 May 2021
radarbojonegoro
Home > Tuban
icon featured
Tuban

Selama Ramadan, Diterapkan Pembatasan Ibadah di Masjid

10 April 2021, 11: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

SAMBUT RAMADAN: Peziarah Makam Bejagunglor melintasi depan Masjid Syekh Asy’ari di Desa Bejagung, Kecamatan Semanding.

SAMBUT RAMADAN: Peziarah Makam Bejagunglor melintasi depan Masjid Syekh Asy’ari di Desa Bejagung, Kecamatan Semanding. (YUDHA SATRIA A/RDR.TBN)

Share this      

Radar Tuban – Menjelang Ramadan, Kementerian Agama (Kemenag) mengeluarkan Surat Edaran (SE) Menteri Agama RI Nomor 3 Tahun 2021 tentang Panduan Melaksanakan Ibadah Ramadan Tahun 2021.

Sejumlah poin SE mengatur tata cara beribadah. Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Kepala Kemenag Tuban Sahid menjelaskan, ibadah di masjid atau musala selama Ramadan diperbolehkan.

Syaratnya, jumlah jamaah maksimal 50 persen dari kapasitas. Itu berlaku untuk salat fardu, salat sunah, maupun tadarus. Untuk salat, Sahid mengingatkan masjid harus mengatur penjagaan jarak antarjamaah dalam saf minimal satu meter.

Baca juga: AJI Bojonegoro Gelar Webinar Melawan Infodemi Pandemi Covid-19

‘’Masjid tidak boleh menggelar sajadah. Jamaah wajib membawa sajadah sendiri,’’ tegasnya.

Mantan Plt kepala Kemenag Mojokerto ini menyampaikan, buka puasa bersama di restoran, kafe, atau warung diperbolehkan, tapi dengan syarat yang sama. Yakni, pengelola usaha hanya diperbolehkan menerima kunjungan maksimal 50 persen dari kapasitas.

Jika melanggar, Sahid menyerahkan penegakan hukum ke tim Satgas Covid-19 Kabupaten Tuban. ‘’Sahur dan buka puasa di anjurkan di rumah masingmasing,’’ tuturnya.

Dalam SE Kemenag, terang Sa hid, juga dibahas pemberian kultum atau ceramah di masjid. Durasinya dibatasi maksimal 15 menit. Begitu juga pelaksanaan zakat oleh lembaga tertentu.

SE melarang mendatangkan kerumunan masyarakat secara bersamaan. Pembagian diatur sesuai jam dan pembatasan jumlah ke datangan. ‘’Semua aturan protokol kesehatan tetap wajib dipenuhi selama Ramadan,’’ tegasnya.

Lebih lanjut Sahid mengatakan, SE juga membahas diperbolehkannya salat Idul Fitri di masjid atau lapangan. Namun, tetap dengan ketentuan protokol kesehatan. Seperti mengatur jarak saf, bermasker, dan menyediakan tempat cuci tangan. ‘’Orang yang sakit diimbau untuk beribadah di rumah masing masing,’’ katanya.

(bj/ds/yud/nae/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news