alexametrics
Selasa, 13 Apr 2021
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Dua Berkas BAP Korupsi Dinyatakan Lengkap

08 April 2021, 16: 30: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

Dua Berkas BAP Korupsi Dinyatakan Lengkap

(AINUR OCHIEM/RDR.BJN)

Share this      

Radar Bojonegoro - Dua berkas berita acara pemeriksaan (BAP) dugaan korupsi dinyatakan lengkap (P-21). Sehingga semakin dekat berkas akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Surabaya. Yakni, dugaan korupsi proyek pembangunan Jalan Cor Taji-Bakalan, Kecamatan Tambakrejo 2019. Tersangkanya Bambang Sigit Minggarjono. Satunya dugaan korupsi APBDes Sitiaji, Kecamatan Sukosewu. Tersangkanya eks Kepala Desa (Kades) Sitiaji Imam Malik.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro Sutikno mengatakan, dua berkas BAP tersangka Bambang Sigit Minggarjono dan Imam Malik sudah P-21. Diperkirakan tahap duanya sekitar 19 April mendatang. Yakni penyerahan tersangka dan barang bukti ke jaksa penuntut.

Kajari menargetkan akhir April kedua berkas BAP sudah dilimpahkan ke PN Tipikor Surabaya. “Semoga saja pelimpahan kedua berkas tersebut ke PN Tipikor Surabaya bisa bersamaan,” kata Sutikno.

Baca juga: Headpiece Tuban Dikenakan di Ajang Puteri Indonesia

Khususnya berkas tersangka Bambang Sigit Minggarjono yang merupakan Direktur CV Bhadra Raya itu telah habis masa tahanannya sejak November 2020. Sehingga statusnya lepas demi hukum. Tahap dua mendatang, pihaknya akan melakukan pemeriksaan kesehatan dulu terhadap tersangka asal Sidoarjo terkait penahanan. “Karena sekarang masih pandemi Covid-19, jadi me nunggu hasil pemeriksaan kesehatan dari rumah sakit apakah tersangka memungkinkan ditahan atau tidak,” jelasnya.

Sutikno menambahkan, jumlah kerugian negara mengalami perubahan. Temuan awal BPK Perwakilan Jatim diketahui ada potensi kerugian negara sebesar Rp 1,3 miliar. Namun, setelah dilakukan audit investigasi oleh BPK RI dan berdasar lembar hasil pemeriksaan penghitungan kerugian negara (LHPPKN) diketahui kerugian negara sekitar Rp 590 juta.

“Karena LHP BPK dari provinsi itu mengaudit keuangan negara. Sedangkan BPK pusat melakukan audit investigasi menghitung kerugian negara. Sebab BPK yang memang memiliki wewenang me ngaudit, kami punya wewenang menghitung kerugian negara,” bebernya.

Modus tersangka Bambang Sigit Minggarjono memalsukan dokumen mutual check 100 persen (MC-100) agar seolah-olah pengerjaan proyeknya itu rampung 100 persen. Ternyata, berdasar keterangan pihak Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, bahwa dokumen MC-100 yang diterbitkan itu telah direkayasa oleh tersangka.

Sementara itu, berkas BAP tersangka Imam Malik telah dinyatakan P-21. Eks Kades Sitiaji resmi ditetapkan sebagai tersangka pada 2 Maret. Selama proses penyidikan, ada 32 saksi diperiksa. Saksi-saksi itu unsur dari perangkat desa, badan pemusyawaratan desa (BPD), tim pelaksana (timlak), camat, dan saksi ahli.

Berdasar penghitungan kerugian negara oleh inspektorat sebesar Rp 644,8 juta. Motif tersangka melaksanakan proyek-proyek fisik fiktif. Sehingga saat diaudit ada temuan lebih bayar dari proyek telah dikerjakan. Salah satunya proyek pembangunan jalan paving.

“Kedua tersangka dijerat pasal 2 dan atau pasal 3 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor,” jelasnya.

(bj/rij/gas/nae/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news