alexametrics
Selasa, 13 Apr 2021
radarbojonegoro
Home > Tuban
icon featured
Tuban

Bupati Fathul Huda Pertahankan Penghargaan Pembina K3 Terbaik Provinsi

08 April 2021, 09: 44: 25 WIB | editor : Nailul Imtihany

KONSISTEN: Bupati Tuban Fathul Huda menerima penghargaan sebagai Pembina K3 Terbaik tingkat provinsi dari Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

KONSISTEN: Bupati Tuban Fathul Huda menerima penghargaan sebagai Pembina K3 Terbaik tingkat provinsi dari Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

Share this      

Radar Tuban – Bupati Tuban Fathul Huda kembali sukses mempertahankan penghargaan sebagai Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terbaik tingkat Provinsi Jawa Timur. Penghargaan prestisius tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Pawaransa kepada bupati dua periode tersebut di Gedung Grahadi Surabaya pada Selasa (6/4) malam.

Pada malam penganugerahan tersebut, Gubernur Khofifah memberikan apresiasi kepada kepala daerah yang berhasil mem per tahankan prestasi sebagai pembina K3 terbaik tersebut. Khofifah mengatakan, pentingnya penghargaan K3 ini sebagai upaya untuk meningkatkan partisipasi kalangan usaha dan industri dalam mewujudkan budaya yang mengutamakan keselamatan dan kesehatan.

Harapannya, bisa menjadi  model  dalam me wujudkan lingkungan kerja  zero accident  dan aspek lain, seperti men cegah HIV/AIDS. ‘’Kesadaran dan kepatuhan terhadap prosedur K3 ini harus terus ditingkatkan pada pola dan bentuk pekerjaan. Sehingga mampu mewu judkan SDM yang unggul, berdaya saing, dan meningkatkan produktivitas kerja,’’ kata Khofifah dalam malam penganugerahan penghargaan K3.

Baca juga: Gedung Baru Pengadilan Negeri Tuban Segera Dibangun

Khofifah menegaskan, dalam menciptakan budaya K3 di lingkungan kerja tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dalam pencegahan dan meminimalisir kecelakaan di lingkungan kerja juga dibutuhkan dukungan dari seluruh pihak, baik dari manajemen perusahaan maupun pekerja itu sendiri.

Lebih lanjut Khofifah mengungkapkan, sektor usaha dan industri menjadi salah satu elemen penting dalam pembangunan daerah. Karena itu, diperlukan komunikasi dan hubungan harmonis antara pemerintah daerah, peru sahaan, dan pekerja. ‘’Penghargaan ini sebagai wujud bahwa pemerintah daerah mampu menjalin komunikasi secara baik dengan pengusaha dan pekerja dalam mendukung budaya K3,’’ tuturnya.

Di tengah pandemi Covid-19, gubernur juga berpesan kepada seluruh kepala daerah untuk menjalin komunikasi dan koordinasi dengan perusahaan di daerahnya. Sebab, pada pandemi Covid-19 ini kerap terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh perusahaan. ‘’Pemerintah daerah harus hadir un tuk memberikan solusi yang terbaik atas per masalahan yang muncul,’’ tegasnya.

Sementara itu, Bupati Fathul Huda mengaku sangat bersyukur karena masih bisa mempertahankan penghargaan sebagai pembina K3 terbaik. Terlebih, pada tahun ini jumlah perusahaan di Kabupaten Tuban yang menerima penghargaan di bidang K3 juga bertambah cukup banyak.

Bupati mengatakan, di antara hikmah yang bisa diambil dari penghargaan K3 adalah menumbuhkan motivasi dalam meningkatkan budaya keselamatan dan kesehatan kerja pada perusahaan. ‘’Penerapan K3 yang baik dapat menjamin kesehatan dan keselamatan setiap pekerja dalam menjalankan tugasnya,’’ ujarnya.

Lebih lanjut bupati menyampaikan, Pemkab Tuban konsisten dalam mendorong setiap perusahaan di Tuban dalam menerapkan prosedur K3. Menurutnya, penerapan prosedur K3 ini dapat menciptakan kondisi tempat kerja yang aman atau minimal untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja di lingkungan kerja. ‘’Ini sesuai prinsip zero accident atau nol kecelakan kerja,’’ tegasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Hubungan Industrial Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan Naker) Tuban Wadiono menjelaskan, penghargaan K3 ini merupakan penilaian selama 2020. Tercatat, 40 penghargaan K3 yang diterima perusahaan di Bumi Wali. Penghargaan tersebut terbagi dalam tiga kategori, yakni Penghargaan Zero Accident Award sebanyak 32 perusahaan, Penghargaan Pencegahan dan Penanggulangan HIV-AIDS (P2HIV/AIDS) 2 perusahaan, dan Penghargaan Sistem Manajemen K3 (SMK3) 6 perusahaan.

Wadiono menjelaskan, hasil evaluasi menunjukkan, setiap tahunnya kesadaran dalam membudayakan K3 mengalami pening katan yang cukup positif. Dan, pada 2021 ini pihaknya bekerja sama dengan lembaga pelatihan K3 dalam menyelenggarakan pelatihan sertifikasi ahli K3 umum yang diikuti 20 perusahaan dari ratusan perusahaan yang mendaftar. ‘’Untuk terus mempertahankan penghargaan K3 ini, pada 2022 nanti kami kembali mengusulkan kegiatan serupa dengan penambahan jumlah peserta,’’ tandasnya.

(bj/ds/tok/nae/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news