alexametrics
Selasa, 13 Apr 2021
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Ekonomi Belum Membaik, Pedagang Berharap SK Sewa Dibatalkan

07 April 2021, 14: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

TUMPUAN EKONOMI: Lorong stan Pasar Kota sisi timur. Paguyuban pedagang mengeluh penerapan tarif sewa stan.

TUMPUAN EKONOMI: Lorong stan Pasar Kota sisi timur. Paguyuban pedagang mengeluh penerapan tarif sewa stan. (NURCHOLISH/RDR.BJN)

Share this      

Radar Bojonegoro - Pedagang berharap Pemkab Bojonegoro membatalkan SK Bupati tentang tarif baru sewa Pasar Kota. Kondisi pandemi dan ekonomi belum membaik perlu ada kajian ulang. Tarif baru itu dinilai memberatkan pedagang. Dikhawatirkan banyak pedagang tak sanggup membayarnya.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Kota Wasito mengatakan, tahun ini adalah waktunya pemulihan ekonomi. Seharusnya pemkab memberikan berbagai kemudahan untuk pedagang. “Tidak seharusnya tarif sewa itu diberlakukan,” katanya kemarin.

Selama 2020, pedagang banyak yang kesulitan. Tahun ini seharusnya menjadi tahun baik untuk kebangkitan ekonomi. Namun, adanya sewa baru itu membuat resah kalangan pedagang. Karena itu, pihaknya berharap pemkab membatalkan SK tentang penetapan sewa pasar itu. Dan tetap menerapkan retribusi. “Kalau sewa kami keberatan. Kami harap tetap retribusi seperti dulu,” jelasnya.

Baca juga: Talok Residence Belum Dikelola BBS?

Menurut Wasito, aturan telalu ketat justru akan membuat pasar tidak kondusif. Salah satunya tentang aturan sewa itu. “Bisa bisa pasar sepi karena tidak ada yang berjualan,” keluhnya.

Saat ini, lanjutnya, sejumlah pasar daerah yang usai dibangun justru sepi. Seperti Pasar Banjarejo dan Pasar Sroyo. Pedagang banyak yang memilih berjualan di lokasi lain karena aturan baru memberatkan. “Apalagi sebentar lagi akan dibangun Pasar Banjarejo II di pasar hewan,” ujarnya.

Menurut Wasito, pembangunan Pasar Banjarejo II membuat resah pedagang kota. Semakin banyaknya pasar akan membuat persaingan antar pasar semakin tidak terkendali. “Perekonomian bisa hancur kalau tidak ditata dengan baik,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sukur Priyanto mengatakan bahwa permasalahan terkait pedagang pasar harus dituntaskan. Sehingga, tidak menimbulkan keresahan. Namun, pihaknya sejauh ini belum mendengar langsung keluhan dari para pedagang.

“Rencananya tanggal 14 April nanti agenda pertemuan dengan pedagang pasar,” katanya. Sukur belum bisa memberikan banyak keterangan terkait itu. Sebab, pertemuan belum dilaksanakan. 

(bj/rij/zim/nae/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news