alexametrics
Selasa, 13 Apr 2021
radarbojonegoro
Home > Lamongan
icon featured
Lamongan

Hasil SNMPTN Lebih Bagus Tahun Lalu, Apakah Kualitas SMA Kota Menurun?

31 Maret 2021, 14: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

Hasil SNMPTN Lebih Bagus Tahun Lalu, Apakah Kualitas SMA Kota Menurun?

(AINUR OCHIEM/RDR.BJN)

Share this      

Radar Lamongan – Prestasi siswa SMA negeri di kawasan Kota Lamongan pada seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) tahun ini tak sebagus tahun lalu. Berdasarkan data yang ada, SMAN 1 Lamongan tahun ini hanya meloloskan 21 siswa. Padahal, tahun lalu terdapat 57 siswa yang lolos.

SMAN 2 Lamongan juga mengalami penurunan jumlah siswa yang diterima via SNMPTN. Tahun lalu 96 siswa, tahun ini hanya 69 siswa. Sedangkan SMAN 3 Lamongan yang tahun lalu meloloskan 19 siswa, tahun ini hanya delapan siswa.

Kasi SMA Cabang Dinas Pendidikan Provinsi wilayah Lamongan Heru Harijanto mengklaim data yang sekarang dirilis belum final. Hanya jalur berdasarkan nilai akademik dan prestasi lainnya yang ditetapkan PTN. Sementara dua jalur lain, seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) dan jalur mandiri belum pengumuman.

Baca juga: Sebelum Tes GeNose C19, Disarankan Tidak Makan

SBMPTN nanti berdasarkan hasil ujian tulis berbasis komputer (UTBK) dan kriteria lain yang ditetapkan bersama. Sedangkan seleksi mandiri dapat menggunakan nilai UTBK. Menurut Heru, kans siswa untuk masuk PTN masih sama, meski pandemi. Siswa juga masih bisa mengambil bimbingan dari luar sekolah untuk meningkatkan kemampuannya. “Jalur lain masih belum diumumkan,” ujarnya.

Heru menuturkan, menurunnya jumlah siswa dari SMAN kota yang lolos SNMPTN ini masih belum bisa dianalisa. Alasannya, masih ada jalur mandiri dan jalur regular lain yang belum diumumkan. Selain itu, dia beralasan siswa sekarang memiliki banyak pilihan, selain masuk PTN. Siswa SMA juga memiliki kesempatan langsung untuk mengambil sekolah kedinasan dan angkatan.

Dia menyinggung siswa di SMA kecamatan yang lebih banyak diterima di PTN menjadi bukti bahwa pemerataan pendidikan itu ada. Dia memastikan SDM guru dan tenaga kependidikan merata. Dengan hasil tersebut, wali murid bisa memertimbangkan adanya penerapan sistem zonasi untuk PPDB. “Adanya zonasi ini tentu pemetaan guru dan mutu pendidikan sudah dipertimbangkan, jadi wali murid tidak perlu khawatir,” terangnya.

(bj/yan/rka/nae/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news