alexametrics
Selasa, 02 Mar 2021
radarbojonegoro
Home > Tuban
icon featured
Tuban

Baru Belajar Nyetir, Sebagian Mobil Miliarder Sumurgeneng Kecelakaan

23 Februari 2021, 17: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

ANTRE BODY REPAIR: Mobil baru dari desa pembebasan lahan kilang GRR yang penyok tengah diperbaiki di AUTO 2000 Cabang Tuban.

ANTRE BODY REPAIR: Mobil baru dari desa pembebasan lahan kilang GRR yang penyok tengah diperbaiki di AUTO 2000 Cabang Tuban. (ISTIMEWA/RDR.TBN)

Share this      

Radar Tuban - Sejak beli, sebagian mobil warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu penerima dana pembebasan lahan kilang Grass Root Refinery (GRR) Tuban nangkring di garasi. Mungkin, karena tak betah menjadikan mobil yang masih kinyis-kinyis tersebut sekadar pajangan sekaligus simbol kehidupan penghuninya yang kini menjadi miliarder, sebagian pemiliknya mulai mencoba mengemudikannya.

Akibatnya fatal. Banyak mobil yang mengalami kecelakaan. Hampir semuanya terjadi di jalan desa setempat. Selebihnya di halaman rumah. Jawa Pos Radar Tuban belum mendapat angka pasti berapa mobil di desa lahan pembebasan kilang yang mengalami celaka.

Sampai berita ini ditulis tadi malam sekitar pukul 18.20, baru Auto 2000 Cabang Tuban yang menyampaikan angkanya, 15 unit. Jumlah tersebut bisa jadi lebih banyak. Itu karena mobil pabrikan lain belum merilis angkanya.

Branch Manager Auto 2000 Cabang Tuban Arie Soejono mengatakan, tercatat 15 unit mobil customer-nya dari desa di lahan pembebasan yang mengajukan klaim kerusakan akibat kecelakaan.

Terbanyak jenis Rush sekitar 50 persen. Selebihnya Innova 35 persen dan Yaris 10 persen. Dari hasil pengecekan, terbanyak mengalami kerusakan bagian depan. Sebagian samping dan depan. Kategori kerusakannya, terang Arie, medium ke bawah. Seperti body tergores hingga penyok yang hanya perlu body repair atau perbaikan body.

Dia belum menemukan kerusakan parah. Seperti sasis bengkok. Untuk kerusakan kategori medium, kata pria kelahiran Sidoarjo ini, bengkel dilernya bisa menyelesaikan maksimal 4 hari untuk kerusakan pada 4 panel. Untuk klaim kerusakan mobil baru yang dibeli dengan fasilitas asuransi all risk tersebut, kata Arie, customer tinggal menghubungi salesnya.

‘’Tidak usah diantar. Nanti bagian mekanik yang akan mengambil,’’ ujarnya. Salah satu warga setempat mengatakan, sebagian mobil tersebut berserempetan dengan mobil lain ketika dikemudikan di jalan desa setempat yang sempit, lebarnya hanya 3-4 meter. Mobil lain justru mengalami kecelakaan ketika masih di halaman dan teras rumah. Mulai menabrak dinding, pagar, hingga menyeruduk mobil dan motor lain yang parkir. Pengakuan tidak bisa nyetir salah satunya disampaikan Matrawi.

‘’Bisanya baru memanasi,’’ seloroh Matrawi kepada wartawan koran ini, Kamis (18/2). Matrawi adalah satu dari puluhan warga yang memutuskan tetap beli mobil baru dari dana pembebasan lahan, meski tak bisa nyetir. Bahkan, pria 55 tahun tersebut beli dua unit sekaligus, Toyota Rush dan Mitsu bishi Xpander. Dua mobil inilah yang dijejer di garasinya.

(bj/ds/nae/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news