alexametrics
Selasa, 02 Mar 2021
radarbojonegoro
Home > Tuban
icon featured
Tuban

Kenal di Lapas, Pasutri ini Kompak Mencuri

23 Februari 2021, 16: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

REKAYASA ADEGAN: Pasutri saat menunjukkan cara mereka mencuri sepeda motor di delapan TKP.

REKAYASA ADEGAN: Pasutri saat menunjukkan cara mereka mencuri sepeda motor di delapan TKP. (YUDHA SATRIA A/RDR.TBN)

Share this      

Radar Tuban – Pernah sama-sama mendekam di Lapas Kelas IIB Tuban, membuat Sumiyah dan Royidi jatuh cinta. Saat sama-sama bebas dari lapas, janda dan duda itu memutuskan menikah.

Mereka menghidupi kebutuhan sehari-harinya dengan mencuri sepeda motor. Kawasan operasinya, Tuban, Gresik, dan Sidoarjo. Sumiyah, 42, warga Desa Pakis, Kecamatan Grabagan merupakan residivis kasus pencurian rumah kosong yang divonis hukuman 5 bulan penjara.

Sementara suaminya, Rosyidi, 43, alias Dibos warga Kecamatan Sarang, Rembang residivis kasus pencurian sepeda motor. Dia divonis 5 tahun penjara. Keduanya bebas hampir bersamaan pada pertengahan 2017 lalu.

Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono mengatakan, mereka berdua kenal saat masih di lapas. Setelah bebas, Sumiyah dan Dibos tidak hanya menikah. Keduanya juga menjadi partner aksi kejahatan. Dari hasil penyelidikan, sementara terungkap tujuh tempat kejadian perkara (TKP) kejahatan pasutri ini.

Di Tuban, mereka menggask sepeda motor milik warga Kecamatan Widang, Semanding, Bancar, Plumpang, dan Palang. ‘’Sepeda motor hasil curian tersebut dijual dengan harga Rp 1,5 juta – Rp 2 juta,’’ terangnya.

Lulusan Akpol 2000 ini mengatakan, modus operandi pelaku beragam. Antara lain, mencuri sepeda motor yang sedang dipanasi di teras rumah. Modus lain, mengincar motor yang ditinggal makan pemiliknya di warung. Salah satu motor dicuri ketika pemiliknya tengah mabuk.

Saat mencuri, pelaku terlebih dulu memastikan pemilik lalai mencabut kontak motornya. ‘’Pencurian menggunakan kunci aslinya, tidak ada alat tambahan,’’ imbuh Ruruh.

Saat beraksi, keduanya benarbenar kompak. Mereka juga sering berganti peran. Untuk mencuri motor yang dipanasi di rumah, tugas Sumiyah purapura bertamu. Setelah sepi, dia menggasak kendaraan tersebut. Dibos juga kerap berperan sebagai eksekutor. ‘’Tidak ada komplotan lain, hanya mereka berdua yang eksekusi motor sasarannya,’’ kata Ruruh.

Tak hanya sepeda motor. Jika ada kesempatan, pasutri ini tak segan menggasak barang berharga lainnya. Seperti ponsel dan dompet. Pelaku terungkap saat mencuri motor sekaligus ponsel milik salah satu warga Kecamatan Bancar. Dari ponsel itulah, petugas melakukan tracking dan didapati ponsel sudah berpindah tangan ke Surabaya. ‘’Setelah diburu, pelaku berhasil diamankan di rumah kontrakannya Lakarsantri, Surabaya,’’ ungkapnya.

Kesehariannya, Dibos bekerja sebagai sopir panggilan. Pada pencurian enam tahun silam, dia sempat dilumpuhkan kakinya oleh petugas. Namun, dia tak jera dan tetap mencuri. Apalagi, pasangan barunya juga cukup berpengalaman dalam melakukan berbagai aksi kejahatan. Keduanya dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Ancaman hukumannya tujuh tahun penjara.

(bj/ds/yud/nae/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news